Thursday, 15 November 2018

Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci)

Jadikan Kali Ciliwung Sahabat Warga Jakarta

Selasa, 2 Februari 2016 — 14:51 WIB
peci-1

DAHULU Sungai atau Kali Ciliwung merupakan ‘sahabat’ bagi warga Jakarta. Air mengalir, bukan hanya menjadi sumber penghidupan pokok, namun Ciliwung merupakan media transportasi ekonomi warga.

Namun seiring perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang tak kendali, salah satu sungai terpanjang di Pulau Jawa ini seakan menjadi malapetaka ibukota. Terutama saat musim hujan tiba. Air bah meluap dari kali tersebut. Merendam pemukiman warga. Penyempitan dan menumpuknya sampah menjadi penyebab utama.

Akibat ulah nakal warga, Ciliwung dianggap tak lagi menjadi sahabat warga Jakarta. Menyadari hal itu, upaya ‘berdamai’ dengan sungai yang memiliki panjang 120 kilometer tersebutpun dilakukan sekelompok orang yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Ciliwung atau Mat Peci.

Usman Firdaus, Ketua Mat Peci, mengungkapkan berdirinya komunitas ini didasari dari keinginan yang sama untuk menjadikan Ciliwung seperti semula. Meski didanai swadaya dari anggota namun terbukti semangat tersebut tetap terjaga. “Kami tak peduli diperhatikan pemerintah atau tidak. Kenyataannya Mat Peci tetap komitmen menjaga Ciliwung sejak tujuh tahun lalu,” ujar Usman saat ditemui poskotanews.com beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Usman menceritakan bahwa banjir besar yang melanda Jakarta pada tahun 2006 menjadi dasar terbentuknya komunitas ini. Dimana bencana tersebut seharusnya menyadari warga bahwa sudah saatnya menjaga lingkungan dan harus berdamai dengan Ciliwung. “Semua yang terjadi karena ulah kita sendiri. Dan sudah saatnya kita harus jaga lingkungan agar Ciliwung tidak ‘marah’ lagi,” tukasnya.

peci-2
PERHATIAN PEMERINTAH
Adapun saat ini Usman mengungkapkan bahwa komunitas Mat Peci beranggotakan 150 orang. Tanpa pamrih dan hanya didasari dari kecintaannya terhadap Kali Ciliwung dengan rutin mereka menjaga sungai tersebut. “Sejak berdiri kami tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah. Namun, ya Alhamdulillah kalau akhirnya pemerintah juga mengapresiasi apa y yang kami lakukan dalam menjaga Ciiwung. Baru di masa Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama diberi bantuan dari Dinas Kebersihan DKI berupa peralatan dan motor perahu berkekuatan 30 pk,” terang Usman.

Komunitas yang beranggotakan warga RW 03 dan RW 05 Kelurahan Cikoko Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan ini juga kini memiliki peralatan seperti gergaji mesin, pelampung, harnes dan body harnes. “Dulunya modal golok doang sama nekat,” tukasnya.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI Jakartapun kian mengakui keberadaan Mat Peci. Jika awalnya anggota Mat Peci bekerja membersihkan Kali Ciliwung secara sukarela, kini pemerintahpun menggaji mereka. “Paling dulu cuma dapet makan ngopi doang. Itu juga hasil tabungan kita dari ngumpulin botol dan gelas air mineral. Kalau lagi sepi dan tabungan habis, satu nggak makan, semua nggak makan,” tutur Usman.

Meski demikian, hal ini tak lantas menyurutkan semangat pengabdian mereka. Menurutnya Kali Ciliwung adalah warisan nenek moyang yang harus senantiasa dijaga untuk kemudian diwariskan kembali kepada anak cucu guna kehidupan yang lebih baik. “Kalau bukan kita siapa lagi?” ucapnya.

Setelah tujuh tangun, akhirnya pada 2014 lalu, Pemprov DKI melalui Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta merekrut anggota Mat Peci untuk turut menjaga Ciliwung. “Sekarang dikontrak per tahun sama UPK, dikasih gaji sesuai
UMR (Upah Minimum Regional),” ungkapnya.

Secara bergiliran ia dan komunitasnya setiap harinya menyisir Kali Ciliwung mulai dari Jembatan Kalibata hingga MT Haryono. Aktivitas ini dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. “Tapi semua tergantung lapangan juga. Kalau banjir dan banyak sampah, kita pantau dan bersihkan agak lama,” pungkas.

peci-3
PROGRAM DAN PRESTASI
Selain melakukan penyisiran secara rutin beberapa program dilakukan untuk ‘menyehatkan’Ciliwung kembali. Seperti, konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan sekitarnya, pertanian perkotaan, solusi sampah dengan moto Olah Dan Pilah sampah jadi berkah, Mat Peci Rescue dan Tanggap Bencana, Konservasi Budaya Dan kearifan Lokal dan Pemberdayaan masyarakat.

Tidak hanya itu, eksistensi dalam menjaga lingkungan inipun menjadikan komunitas Mat Peci menuai berbagai prestasi. Adapun dari data yang diperoleh beberapa penghargaan yang telah diberikan ke Mat Peci sebagai berikut.

– Tahun 2011 Apresiasi Lingkungan Hidup dari Gubernur DKI.
– Tahun 2011 Lencana Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup.
– Tahun 2012 Kalpataru dari Gubernur DKI sebagai Pembina Lingkungan.
– Tahun 2013 penghargaan dari Menteri Pekerjaan Umum sebagai Komunitas Peduli Sungai terbaik kategori konservasi lingkungan.
– Tahun 2014 Kalpataaru dari Walikota Jakarta Selatan sebagai Penyelamat Lingkungan.
– Tahun 2015 penghargaan dari Kemen PUPR sebagai Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional.

(PNJ-36/ruh)