Sunday, 23 September 2018

Ahok Akan Mendenda Rp5 Juta Bagi Pembuang Sampah Seperti Singapura

Rabu, 3 Februari 2016 — 16:39 WIB
Ahok ancam kepala dinas yang main anggaran

Ahok ancam kepala dinas yang main anggaran

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpendapat selama pemberian sanksi atau denda kepada pembuang sampah sembarangan masih lemah maka jangan harap Jakarta bisa bebas dari sampah.

Karena itu dia menegaskan, sanksi berat bagi pembuang sampah sembarangan mesti ditegakkan. “Tolong masalah sampah, memang ini tugas lurah juga, tempat mana yang jorok harus diperhatikan,” kata Ahok, dalam peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Krendang dan Kedoya Utara, di Jalan Krendang Selatan No. 21 RT 05/ RW 07 Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (3/2/2016).

“Bapak ibu juga harus tahu, yang suka membuang sampah sembarangan ini kalau ketangkap tangan bisa didenda loh,” katanya.

Dendanya Rp5 Juta

Ahok mengatakan, denda yang pantas bagi pembuang sampah sembarangan adalah Rp5 juta. Dia yakin jika denda sebesar itu benar-benar ditegakkan, otomatis warga akan takut membuang sampah sembarangan.

“Dendanya Rp5 juta biar bengek. Kalau Rp50 ribu masih sombong. Beli pulsa juga biasa segitu. Kalau Rp5 juta nah bengek deh lo,” ujarnya.

Pemberian denda sebesar itu, menurutnya, berlaku di Singapura. Hasilnya, warga Singapura takut untuk membuang sampah sembarangan di negaranya. Dia pun ingin Jakarta menerapkan denda sebesar itu.

“Saya pelajarin, orang Singapura juga sama kayak kita kok. Sampai ke Batam meludah, buang sampah sembarangan. Sampai ke Batam turun dari kapal membuang sampah makanan seenaknya, begitu orang Singapura. Tapi kalau di negaranya enggak berani,” katanya.

“Apakah dia kurang ajar mentang-mentang negara kita? Bukan. Di negaranya denda 500 dolar, bengek bengek deh lu 500 dolar setara Rp5 jutaan. Jadi mereka takut buang sampah di negaranya karena denda besar, Jakarta harus sama (dikenakan denda besar),” sambungnya. (win)

  • Mangap

    Peraturan sudah lama ada tapi jarang ditegakkan. kalau benar benar ditegakkan meskipun 500 ribu akan membuat orang takut. jangan sampai cuma jadi peraturan tak bergigi