Thursday, 26 April 2018

Ahok: Denda Rp750 Ribu Harus Diterapkan Bagi Pelintas Palang Pintu KA

Rabu, 3 Februari 2016 — 17:02 WIB
Foto- Gubernur DKI Ahok.

Foto- Gubernur DKI Ahok.

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mulai meminta, agar ditegakkan aturan denda bagi warga yang menyeberang rel kereta api (KA) atau melintasi palang pintu KA secara sembarangan. Denda Rp750 Ribu Harus diterapkan.

“Motong kereta api Rp750 ribu tapi enggak pernah diterapkan. Makanya saya taro orang perhubungan sekarang. Kalau ketabrak meninggal bilangnya apa? Maklumlah takdir ada hantu budek,” katanya.

“Parahnya, baru meninggal, diangkut siangnya sudah ngantre lagi, tuh, tetangganya. Baru menghadiri duka ke rumah tetangganya pulang sudah ada yang menyeberangi lagi rel kereta, enggak takut. Coba kalau dikenain Rp750 ribu hantu budeknya juga takut,” sambung Ahok.

Ahok menerangkan, pemberian denda sebesar itu bukan bermaksud memiskinkan warganya. Namun untuk membiasakan warga taat pada aturan. “Yang penting bapak ibu bantu saya, bantu kami, Pemda, untuk melakukan 5 tertib,” katanya.

Menurut Ahok, 5 tertib itu jangan membuang sampah sembarangan, tertib dalam berlalu lintas, tertib tinggal di rumah jangan tinggal di sungai-sungai, tertib berjualan jangan nutupin jalan, trotoar hingga orang lain tak bisa lewat, dan tertib demo.

“Mau demo saya enggak apa-apa yang penting tertib jangan anarkis,” tuntasnya. (julian/win)