Wednesday, 21 November 2018

Islamic Otaku Community (IOC)

Jejepangan Bernuansa Islami

Kamis, 4 Februari 2016 — 13:28 WIB
IOC-1

NILAI-nilai Islami tidak membatasi kreatifitas sekelompok pemuda ini menyalurkan hobinya terhadap Jejepangan. Mulai dari komik manga, cosplay atau pemakaian kostum sesuai karakter kartun atau super hero tertentu, anime atau kartun Jepang dan musik Jepang.

Bahkan nilai-nilai ke-Islaman itu coba dimasukkan dalam hobi mereka. Hal tersebut dilakukan komunitas Islamic Otaku Community (IOC). Otaku memiliki pengertian pecinta budaya Jepang. Dan telah memiliki beberapa cabang di Indonesia yakni di Jakarta, Depok, Lampung, Bekasi, dan Bogor.

IOC resmi berdiri pada 20 Mei 2015 silam. Menurut Ketua IOC, Mahmuda Rizaldi, komunitasnya adalah satu-satunya komunitas otaku yang memiliki ciri khas sesuai nilai-nilai Islam. “Islamic itu sifat. Jadi kami ingin menyesuaikan hobi sesuai dengan syariat Islam. Sebab di negara asalnya, otaku sendiri bermakna negatif,” ujar pria yang akrab disapa Rio saat ditemui poskotanews.com beberapa waktu lalu.

Selama ini, tambah Rio, kondisi pecinta budaya Jepang di Indonesia memperihatinkan. Banyak wanita yang rela melepas jilbab untuk sekadar kepentingan hobi saja. “Beberapa komunitas otaku menganggap jilbab bisa merusak karakter cosplay, kalau di sini kita bebas berjilbab dan tetap mengikuti cosplay” ucapnya.
IOC-3

IOC berprinsip untuk menjaga karakter Islami. Untuk wanita, IOC memperbolehkan tetap memakai jilbab saat penampilan cosplay. Jika ada penampilan cosplay yang memakai lambang-lambang terdapat lambang-lambang non-Islam, maka mereka akan mengganti simbol tersebut dengan ikon-ikon Islam. Namun, Rio mengaku, tidak hanya IOC saja yang membiarkan anggotanya bebas memakai jilbab saat ada kegiatan. Saat ini, sudah banyak komunitas-komunitas lain yang memperbolehkan anggotanya memakai jilbab.

Selain penggunaan jilbab, IOC memiliki peraturan ketat terkait anime yang akan dijadikan tontonan anggota IOC. Rio melanjutkan, anime bisa memengaruhi terbentuknya karakter seseorang. Apalagi anime dewasa yang tidak layak ditonton. “Apabila aturan dilanggar dan orang tersebut tidak mengubah sikap, maka kami berhak untuk mengeluarkan ia dari sini (red-IOC),” ucapnya.
IOC-2

Tetapi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan para pelanggar bergabung kembali ke komunitas ini. IOC masih bisa toleransi dengan satu syarat yakni pelanggaran itu tidak boleh terulang lagi. Dalam hal ini, terang Rio, IOC tidak membatasi siapapun untuk bergabung ke komunitas ini. “Tidak ada batasan, entah itu umur dan maupun stastus.

Selain itu IOC tidak hanya melakukan kegiatan berbau Jepang, tapi di komunitas ini juga memeliki acara bakti sosial yaitu membagikan jilbab dan mengajarkan bagaimana menggunakan jilbab syar’i. kegiatan bakti sosial tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2016 di Bundaran Hotel Indonesia-Monas. (PNJ-36/ruh)