Saturday, 24 August 2019

Keluyuran Pada Jam Sekolah, Puluhan Pelajar Terjaring Razia

Kamis, 4 Februari 2016 — 22:19 WIB
Pelajar keluyuran terjaring razia. (wandi)

Pelajar keluyuran terjaring razia. (wandi)

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Membolos sekolah puluhan dari sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) terjaring razia yang digelar petugas Satpol PP.

Para pelajar ini ditangkap petugas saat menggelar operasi di sejumlah pusat perbelanjaan, mini market dan game online di wilayah Tanjung Priok,  Jakarta Utara, di tengah jam sekolah, Kamis (4/2).

Razia ini digelar karena selain banyaknya keluhan masyarakat, juga adanya informasi maraknya pelajar yang keluyuran saat jam pelajaran.

“Setelah adanya informasi itu kita langsung bergerak dan melakukan razia. Ternyata benar saat ini banyak para pelajar yang nongkrong sambil main Game. Online dan merokok,” kata Camat Tanjung Priok, Syamsul Huda.

Menurutnya, razia ini sengaja di gelar dengan tujuan untuk menjaga generasi muda  agar berdisiplin dalam sekolah. Maka dari itu pihaknya melakukan penyisiran di sejumlah lokasi-lokasi yang biasa dijadikan tempat membolos.

Dalam operasi ini sebanyak 24 pelajar pria maupun wanita terjaring. Selanjutnya mereka dibawa ke Kecamatan menunggu dijemput orang tua masing-masing.

Teguran Keras

Sementara itu Walikota Jakarta Utara Rustam Effendi menambahkan, pihaknya sudah memberikan teguran keras kepada para pelajar yang keluyuran pada jam pelajaran dan tertangkap petugas. Bahkan pihaknya tak segan-segan mencabut kartu Jakarta Pintar (KJP) nya.

“Pelajar yang tertangkap itu diminta membuat surat pernyataan. Jika mereka masih melakukan perbuatannya kami tak segan-segan mencabut KJP-nya,” tegas Rustam Effendi.

Operasi ini akan terus dilakukan, bahkan kedepan pihaknya akan memerintahkan seluruh kecamatan yang ada di wilayah Jakarta secara rutin menggelar operasi yang sam.

Sedangkan, Neti, 15, salah seorang pelajar mengaku kapok dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Apalagi kalau dicabut KJP-nya dia ga bisa sekolah lagi.

“Saya kapok pak dan tidak akan mengulangi, saya juga malu sama orang tua. Sebab tadi orang tua kita dipanggil kesini semua untuk menjemput kita,”kata pelajar tersebut.  (Wandi/win)