Tuesday, 27 June 2017

Pendiri Wikileaks Julian Assange Mungkin akan Menyerahan Diri

Kamis, 4 Februari 2016 — 16:46 WIB
Pendiri Wikileaks Julian Assange (reuters)

Pendiri Wikileaks Julian Assange (reuters)

EKUADOR – Pendiri Wikileaks Julian Assange mengatakan bahwa dia akan menyerahkan diri ke polisi Inggris pada Jumat jika panel PBB memutuskan bahwa dia tidak ditahan melanggar hukum yang berlaku.

Assange berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London barat pada Juni 2012 untuk menghindar dari ekstradisi ke Swedia atas klaim kekerasan seksual yang dibantahnya.

Pada 2014 dia melapor ke PBB karena merasa “ditahan secara sewenang-wenang”.

Di Twitter, Assange menyatakan dia akan menerima keputusan melawan dirinya tapi berharap bisa bebas jika keputusan memihaknya.

Kelompok Kerja PBB untuk Penahanan Arbitrer diperkirakan akan mengumumkan temuan atas penyelidikan terhadap kasus Assange pada Jumat.

Panel pakar hukum mengumpulkan bukti dari Inggris dan Swedia. Sebelumnya mereka sudah membuat keputusan akan apakah pemenjaraan atau penahanan sesuai hukum, meski mereka tak punya pengaruh formal terhadap pemerintah Inggris dan Swedia.

Assange yang asal Australia awalnya ditahan di London pada 2010 di bawah Surat Penahanan Eropa yang dikeluarkan Swedia. Dia diberi suaka oleh Ekuador dan memasuki kedutaan besar negara tersebut di Knightsbridge setelah Mahkamah Inggris memutuskan bahwa ekstradisi bisa berlanjut.

Organisasi Wikileaks yang dia dirikan mengunggah dokumen rahasia pemerintah Amerika ke internet dan Assange percaya Washington akan meminta ekstradisi ke AS jika dia dikirim ke Swedia.

Dalam pernyataan yang diterbitkan Wikileaks lewat Twitter, Assange menyatakan, “Jika besok PBB mengumumkan bahwa kasus saya kalah melawan pemerintah Inggris dan Swedia, saya akan keluar dari kedutaan besar pada Jumat tengah hari untuk menerima penangkapan oleh polisi Inggris karena tak ada lagi prospek berarti untuk mengajukan banding lebih jauh.”

“Tetapi jika saya menang dan pihak negara ditemukan bertindak tak sesuai hukum, saya mengharapkan paspor saya segera dikembalikan dan upaya lain untuk menahan saya diakhiri.”

Oktober lalu, Scotland Yard mengatakan mereka tak lagi menempatkan petugas di luar kedutaan besar Ekuador menyusul operasi yang sudah menghabiskan £12,6 juta (sekitar Rp250 miliar lebih). Namun mereka mengtakan bahwa ada “sejumlah taktik terbuka dan tersembunyi untuk menahannya” akan diluncurkan untuk menahan Assange.

Dua bulan lalu, pejabat Swedia mengatakan mereka optimistis akan mencapai kesepakatan dengan Ekuador yang bisa membuka jalan untuk menginterogasi Assange di London.(BBC)