Friday, 16 November 2018

BPJS Ketenagakerjaan Sudah 6,4 Juta Peserta Jaminan Pensiun BPJS

Jumat, 5 Februari 2016 — 10:55 WIB
BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA (Pos Kota) – Sejak beroperasi pada 1 Juli 2015, program Jaminan Pensiun (JP) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan sudah diikuti sekitar 6,4 juta pekerja dan diperkirakan akan terus bertambah.

Kepala Urusan Eksternal pps Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta, BPJS Ketenagakerjaan akan menambah lagi 208 kantor cabang melengkapi kanal yang sudah ada.

Sebelumnya, lanjut Utoh, BPJS Ketenagakerjaan sudah memiliki 121 kantor cabang utama dan 153 kantor cabang perintis. Dengan begitu, maka BPJS Ketenagakerjaan memiliki kantor cabang di seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

Menurutnya, pelaksanaan program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan merupakan perwujudan dari Tujuan Pembangunan Millenium(Millenium Development Goals), yang dilaksanakan pada 2015. JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian) merupakan program yang bersifat perlindungan, sedangkan JHT (Jaminan Hari Tua) dan JP merupakan program yang bersifat kesejahteraan.

Dengan program JP, lanjutnya, para pekerja swasta memperoleh uang pensiun setelah usia 56 tahun. “Pekerja informal dan profesi dapat mengikuti program JP. Berbeda dengan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan dari bagian pendapatan selama aktif bekerja dan disisihkan untuk bekal memasuki hari tua. JP merupakan pendapatan bulanan untuk memastikan dasar yang layak untuk memasuki hari tua,” jelas Utoh, Jumat (5/2).

Besaran uang pensiun tergantung pada iuran dan lamanya menjadi peserta program JP. Minimal peserta harus mengikuti program JP ini selama 15 tahun agar dapat memperoleh uang pensiun setiap bulannya.

“Program JP mensyaratkan pekerja mengiur sebesar 3% setiap bulan dari gaji pokok, dimana 1% dipotong dari pekerja dan 2% persen iuran dari perusahaan. Upah maksimum yang dilaporkan mengikuti program pensiun dasar BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp7 juta dan rata-rata pensiun yang diterima pekerja pun sebesar 40% dari gaji pokok yang diterimanya setiap bulan,” kata Utoh. “Pekerja yang mengiur JP kurang dari 15 tahun akan mendapat pensiun secara lumpsum.”

LOMBA TULIS

Utoh menambahkan, baru-baru ini BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan lomba karya jurnalistik, guna mendukung sosialisasi program Jaminan Pensiun dan pelaksanaan program Jaminan Hari Tua, serta dalam rangka memperingati hari lahirnya PT Jamsostek (Persero) sebagai embrio dari berdirinya BPJS Ketenagakerjaan yang ke-38 pada 5 Desember 2015, bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Journalists Club (BPJS TKJC).

Lomba Karya Tulis BPJS Ketenagakerjaan Journalistic Award 2015 berhadiah total Rp 82,5 juta. Dari jumlah tulisan peserta sebanyak 36 tulisan, terseleksi tidak sesuai dengan persyaratan ada tujuh tulisan dan yang lolos seleksi ada 29 tulisan. “Jumlah tulisan peserta yang masuk dari 32 penulis terdiri dari berbagai media, baik cetak maupun online, dengan asal daerah dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Padang, Surabaya, Riau, Semarang, dan Manado,” ujarnya

Tim Juri yang terdiri dari – Ahmad Kurnia Soeriawidjaja, mantan Wartawan Majalah Tempo, Dosen Sekolah Tinggi Jurnalistik PWI, dan mantan Pengurus PWI-Reformasi, – Amri Jusuf, Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, – Jeffry Haryadi, Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan dan – Ridwan Max. Sijabat, Wartawan Senior The Jakarta Post memutuskan pemenang lomba sebagai berikut:

Juara 1: Imam Suhartadi, Investor Daily, Jakarta.
Juara 2: Erwan Mayulu, Jobsmedia Online, Jakarta.
Juara 3: Feril Nawali, Rakyat Merdeka Online, Jakarta.
Juara Harapan 1: Wahyu Atmaji, Suara Merdeka, Jawa Tengah. Juara Harapan 2: Yon Rizal Solihin, Bengkalis Ekspres, Riau. Juara Harapan 3: Muhammad Ridwan, Sinar Harapan Online, Jakarta.

(tri/sir)