Wednesday, 26 September 2018

Di RSUD Koja Penderita DBD Naik 10 Persen

Jumat, 5 Februari 2016 — 16:16 WIB
Puluhan warga yang menderita DBD sedang menjalani perawatan di RSUD Koja. (wandi)

Puluhan warga yang menderita DBD sedang menjalani perawatan di RSUD Koja. (wandi)

KOJA (Pos Kota) –  Dalam dua pekan terakhir ini pukuluhan warga Jakarta Utara, bergelimpangan terserang nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Bahkan, saat ini ke 24 orang yang dinyatakan positif penyakit mematikan tersebut masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Koja.

Kepala Instalasi Rawat Inap RSUD Koja, dr Ade Saranti, mengakui dibanding tahun lalu periode yang sama kasus DBD di Jakarta Utara mengalami peningkatan 10 persen.

“Meski begitu belum dapat dikatakan kasus DBD mewabah. Buktinya, sampai saat ini semua pasien dapat kami tangani dengan baik dan ditampung di ruang perawatan inap,” ucap Ade.

Ditegas Ade, untuk kasus DBD dan penyakit lainnya, RSUD Koja tidak ada istilah menolak pasien. Ini dilakukan sesuai dengan instruksi Gubermur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama . Pasalnya pasien yang datang ke RSUD koja itu 95 persennya pengguna BPJS.

Jubariah, 35, warga RW 07, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara mengakui putrinya Suasni, 6, kini dirawat  di ruang emeregency RSUD Koja. Menurutnya, anaknya itu dibawa sejak empat hari lalu ke rumah sakit ini karena suhu badannya naik turun.

“Sudah empat hari suhu badannya naik turun. Dan, terakhir suhunya 38 dan saya khawatir kena DBD makanya saya bawa ke RSUD Koja dan saat ini sudah diinfus dan saya berharap mudah-mudahan cepet sembuh,” Harap Jubariah.

Secara terpisah, Kasudin Kesehatan Jakarta Utara, Muhammad Helmi mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terjangkitnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti. Menurutnya ini perlu dilakukan mengingat musim seperti ini sangar rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Saya berharap seluruh masyarakat yang ada di Jakarta Utara untuk rutin melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M selama 30 menit di setiap Jumat pagi. Ini perlu dilakukan sebab kasus DBD terus mengalami peningkatan,”terang Muhammad Hilmi, Jumat (5/2).

Selain PSN rutin, juga perlu dilakukan larvasidasi yakni penaburan abate ke tempat penampungan air di setiap rumah warga. Dengan begitu jentik nyamuk akan mati dan tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa yang membahayakan kesehatan. Tak kalah pentingnya adalah menjaga kebersihan didalam dan diluar rumah. (wandi)