Friday, 20 September 2019

Kecanduan Main Game Online Bocah Nekat Jadi Kurir Narkoba

Jumat, 5 Februari 2016 — 16:12 WIB
Wakapolres Pelabuhan Kompol Rully Indrawijayanto didampingi Kasat Narkoba Polres Pelabuhan AKP Bayu Purdantono menunjukkan barang bukti narkoba. (ilham)

Wakapolres Pelabuhan Kompol Rully Indrawijayanto didampingi Kasat Narkoba Polres Pelabuhan AKP Bayu Purdantono menunjukkan barang bukti narkoba. (ilham)

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Kecanduan bermain game online,  anak di bawah umur nekat menjadi kurir narkoba untuk mendapatkan uang. Dari hasil mengantarkan barang haram itu, SN, 16 mendapatkan upah Rp 75 sampai Rp 100 ribu.

Uang tersebut kemudian dihabiskan SN bermain game online dan makan sehai-hari. “Baru tiga kali saya mengantar shabu ke orang. Senang sekali, Pak. Dapat uang bisa main game,” kata SN yang kini dititipkan Polres Pelabuhan Tanjung Priok di lembaga pemasyarakatan anak di Tangerang.

Anggota Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok menciduk SN, di Jalan Plumpang Semper, Koja saat ingin mengantarkan narkoba ke seseorang di kawasan Muara Baru, Pluit, Penjaringan. Dari hasil pemeriksaan petugas menyita satu klip plastik bening berisi 0,27 gram shabu di dalam bungkus rokok dan dua handphone.

“Penangkapan ini berdasarkan informasi masyarakat, kami mengejar dan menyebutkan SN sering mengantar narkoba. Ternyata SN dijadikan budak oleh bandar-bandar narkoba,” kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan AKP Bayu Purdantono, Jumat (5/2).

Dari pengakuannya, SN, kata Bayu ia hanya menjadi kurir dan tidak menggunakan narkoba. Bahkan, awalnya warga Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara ini tak mengetahuinya jika bungkusan rokok yang kerap diantarkan kepada seseorang berisi sabu. “Tersangka mengaku hanya pernah mengantarkan barang di sekitaran wilayah Jakarta Utara yakni Sunter, Kenayoran dan wilayah pelabuhan Muara Angke, Pluit,” tandasnya.

“Dalam sebulan SN diketahui baru melakukan aksinya  tiga kali dan mendapatkan serbuk kristal bening itu dari seorang bandar, DN yang kini masih di kejar,” sambungnya.

Menurut Bayu sang bandar memperdayakan anak dibawah umur lantaran bisa diberikan upah yang lebih kecil ketimbang orang dewasa yang meminta upah lebih besar. “Biasanya bandar-bandar ini nyuruh anak dibawah umur karena bayaranya lebih murah kalo rang dewasa kan mintanya lebih mahal,”ujarnya.
“Saat kita cek tes urinenya negatif tidak menggunakan narkoba, dan dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan menggunakan uang hasil keuntungan penjualan narkoba untuk bermain game online di warung internet (warnet),” jelas Bayu lagi.

‎SN sendiri berasal dari keluarga tidak mampu, setelah bapaknya pergi entah ke mana, ia kini harus bekerja memulung sampah untuk membantu penghasilan ibunya yang tidak seberapa dari pekerjaan sebagai kuli cuci pakaian. Menjadi kurir tersebut dilakukan Sn sejak delapan bulan lalu.

Sementara itu Wakapolres Pelabuhan Kompol Rully Indrawijayanto mengatakan, dalam sebulan pihaknya telah melakukan pengungkapan selama bulan Januari dengan mengamankan enam orang dan barang bukti seberat 17,26 gram sabu. “Kami dalam sebulan telah mengamankan sebanyak enam orang bandar dan kurir narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas Cipinang dan Salemba,” pungkasnya

Dari tangan para tersangka polisi mengamankan barang bukti total sabu seberat 17,26 gram, dua alat hisap sabu, timbangan digital dan uang tunai sebanyak Rp 1,5 juta rupiah. Atas perbuatanya para tersangka diancam dengan pasal berlapis 114 ayat (2), 112 ayat (2) dan 132 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal seumur hidup,” tutupnya. (ilham)