Wednesday, 26 September 2018

Jakarta American Jeep (JAJ).

Tua Tua Keladi, Jeep Makin Tua Makin Jadi

Sabtu, 6 Februari 2016 — 15:16 WIB
jeep

TUA-tua keladi, makin tua makin jadi. Istilah itu tampaknya sangatlah tepat disematkan pada kendaraan roda empat asal Amerika Serikat bermerk Jeep ini. Sehingga tidak heran, meski harus mengeluarkan perhatian dan uang ektra untuk merawat kendaraan ini, bagi pecintanya hal itu tidak menjadi sebuah masalah.

Bahkan menjadi keasikan tersendiri. Keunikan dan klasiknya kendaraan inipun , kini bukan hanya disukai oleh kelompok orang tua yang memang telah menjadi saksi era ‘kebesaran’ kendaraan ini. Namun kawula muda hingga kini juga menggandrungi mobil tersebut.

Sehingga tidak heran, keberadaan komunitas pecinta mobil JEEP terus eksis hingga saat ini. Salah satunya komunitas Jakarta American Jeep (JAJ). Berdiri pada tahun 1984, JAJ terus konsisten mengaspal dengan kendaraan klasik tersebut.

Hendro, anggota JAJ, saat ini sebanyak 230 anggota tercatat dalam keanggotaan JAJ. Dari jumlah tersebut sekitar 100 anggota yang hingga kini masih aktif. “Berbagai jenis Jeep klasik ada di komunitas ini, mulai dari yang biasa hingga yang bernuansa militer,” ujar Hendro saat ditemui poskotanews.com beberapa waktu lalu.

Adapun jenis-jenis kendaraan yang ada di JAJ sendiri terdiri dari berbagai jenis Jee. Seperti Willys, kap pendek yang tahun pembuatan dibawah 1950-an, Jeep CJ seperti, CJ5 atau yang biasa disebut Mambo, CJ7 dan masih banyak lagi

Menurut Hendro sudah banyak kegiatan yang dilakukan Jakarta American Jeep seperti touring yang mempunyai misi bakti sosial, off-road, dan, pameran mobil klasik. Untuk touring biasanya dilakukan ke luar daerah seperti Bogor, Bandung, dan Medan.

JAJselalu melakukan pertemuan rutin bulanan yang sering berkumpul di Gedung Satria Mandala dan Taman Makan Pahlawan Kalibata untuk mengevaluasi kegiatan satu bulan lalu dan merencanakan kegiatan untuksatu bulan kedepan. Tujuannya tidak untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota JAJ.

Lebih lanjut Hendro mengaku tidak mudah merawat mobil klasik. Dibutuhkan perhatian dan kocek lebih agar kendaraan ini tetap bisa mengaspal dengan nyaman. “Selain sudah tua dan susah mencari spare part nya” ujar Hendro.

Namun Hendro sedikit memberi sedikit tips bagi pembaca poskotanews.com yang memiliki mobil Jeep untuk melakukan perawatan rutin seperti ini. Setidaknya agar kualitas kendaraan yang ada saat ini tetap terjaga. Berikut tips dari Hendro merawat Jeep klasik :

– Harus sering cek mesin setiap dipakai.
– Mengganti oli mesin per 3 minggu.
– Mengecek air accu.
– Mengecek busi sebanyak 6buah, setiap 1bulan sekali.
– Membersihkan karburator.
– Mengecek oli rem 1 bulan sekali
– Mengecek rem sehabis dipakai.

Nah, Hendropun mengajak masyarakat yang memang memiliki mobil Jeep untuk ikut bergabung dalam komunitasnya. “Syaratnya untuk bergabung JAJ mudah kok, yang pasti punya mobilnya, mempunya Surat Izin Mengemudi, mengikuti event-event yang diadakan JAJ, mengerti teknik menggunakan kendaraan yang menggunakan FWD (Four Wheel Drive) terutama disaat melewati lintasan bermedan off-road.” pungkasnya.(PNJ – 40/ruh)