Friday, 21 September 2018

Ini Rahasia Nenek Sartiyah Bisa Hidup Sehat Selama 116 Tahun

Senin, 8 Februari 2016 — 18:17 WIB
Sartiyah bersama anak dan cucu dan cicitnya. (Wandi)

Sartiyah bersama anak dan cucu dan cicitnya. (Wandi)

JAKARTA (Pos Kota) -Memiliki umur yang panjang dan sehat selalu menjadi doa dan harapan serta dambaan banyak orang. Bahkan berbagai cara dilakukan dengan tujuan umurnya bisa panjang dan sehat selalu.

Sartiyah, terutama warga Marunda Kepu RT 8/7 Marunda, mendapat kesempatan memiliki umur panjang dan sehat. Sosok wanita ini dilahir di Tanjung Wangi, Petir, Kabupaten Serang, Banten 116 tahun silam.

Meski usia sudah uzur namun, nenek tiga anak, tujuh cucu dan dua cicit ini tetap semangat bekerja sebagai pengupas kulit kerang. Bahkan daya ingatnya hingga saat ini sangat tinggi, selain itu aia juga tidak cengeng hanya duduk dan terbaring di atas tempat tidur atau duduk di atas kursi roda.

‚ÄúSemangat hidup sangat tinggi inggi dan selalu berjuang untuk memberikan kehidupan yang layak kepada anak-anaknya dan cucu saya,” ungkap Sartiyah saatditemui poskotanews.com, Senin (8/2/2016).

Ia mengaku bekerja sebagai pengupas kerang itu ia jalani setelah suaminya Rasmin, meninggal dunia sejak dirinya berumur 70 tahun. Sejak itu ia memiliki semangat tinggi dan tekad yang kuat untuk mencari nafkah demi melangsungkan hidup bersama anak-anaknya.

Ternyata Sartiyah, ini bukan hanya seorang nenek yang kuat secara fisik saja tetapi ia juga seorang ibu yang mampu membesarkan anak-anaknya secara mandiri. Bahkan masyarakat yang ada dilingkungannya setiap kali sakit terutama akibat tersengat tawon, kalajengking, di gigit ular Kobra dan penyakit lainnya selalu datang kerumahnya untuk berobat.

Karena saat ini usianya sudah semakin tua, nenek ini tinggal bersama anaknya Neni Rohani. Meski hidup dijamin anaknya namun, ia tetap bekerja. “Boleh saja saya tua, tapi saya suka bekerja keras. Ini saya lakukan agar tidak merepotkan anak cucu,” tuturnya.

Diungkapkan oleh Sartiyah, rahasia umur panjangnya adalah karena bekerja keras dan selalu minum kopi bubuk. Selain itu selalu Ihklas, bersyukur dan tidak pernah ada rasa dendam maupun curiga kepada siapapun dalam menjalani hidup ini.

Sementara itu, Neni Rohani, anak pertamanya, mengaku selama ini memang ibunya tidak pernah mau merepotkan siapapun termasuk anak-anaknya. Selain itu dia juga tidak pernah mengeluh apapun kondisinya, bahkan jarang sekali sakit.

“Kadang sebagai anak saya merasa kasihan kepada ibu, maski sudah tua tetap masih bekerja sebagai tukang kupas kerang. Saya berkali-kali ngasih tahu agar di rumah, tapi dia ga mau tetap aja bekerja,”terang Neni Rohani.

Meski hingga saat ini ibunya masih semangat bekerja, ia berharap kepada pemerintah terutama Pemko Jakarta Utara untuk memberikan bantuan terutama bagi wanita jompo seperti ibunya.

“Dulu ada petugas dari Sudin Sosial minta KTPnya dengan tujuan untuk mendapat bantuan. Tapi setelah ditunggu sampai saat ini belum ada, bahkan KTP engga dipulang-pulangi. Akhirnya saya datang ke Sudin Sosial minta KTP ibu saya supaya dipulangin,” terangnya.

Kedepan ia berharap kedepan pemerintah jangan banyak janji. Selain itu juga memperhatikan nenek yang sudah lanjut usia seperti ibunya.(wandi/ruh)