Sunday, 21 October 2018

Era MEA Tenaga Kerja Harus Kuasai TIK

Selasa, 9 Februari 2016 — 17:46 WIB
Peluncuran program Citiasia-Oracle Scholarship 2016. (inung)

Peluncuran program Citiasia-Oracle Scholarship 2016. (inung)

JAKARTA (Pos Kota) – Gelombang ekonomi digital yang ditandai meningkatnya penggunaan teknologi informasi dalam berbagai lini kehidupan manusia sudah tak bisa dihindari. Maka, ini tuntutan besar bagi setiap tenaga kerja untuk menguasai TIK (teknologi informasi dan komunikasi).

“Tenaga kerja yang memiliki kemampuan TIK akan mendapatkan kesempatan dan peluang yang lebih luas,” papar Dr Cahyana Ahmadjayadi, Chairman dan Founder Citiasia di sela peluncuran program Citiasia-Oracle Sholarship 2016, Selasa (9/2).

Karena itu selain kemampuan akademik dan ketrampilan kerja, menurut Cahyana, skill terhadap TIK juga perlu dikuasai oleh setiap tenaga kerja di Indonesia. Dan ini membutuhkan semacam dukungan dari lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi ditingkat dunia untuk memberikan ketrampilan TIK.

Indonesia, diakui Cahyana sesungguhnya tidak bisa menghindari dari era digital imperium. Sejumlah bidang pekerjaan saat ini sudah menuntut adanya penguasaan TIK sekaligus dukungan sertifikasi penguasaan TIK yang diakui dunia internasional.

“Sayangnya, keinginan untuk memiliki sertifikasi TIK yang tingkatannnya sudah internasional masih rendah dikalangan mahasiswa. Padahal ini sangat penting sebagai bagian dari mempersiapkan diri bersaing dalam dunia kerja utamanya pada era MEA seperti sekarang ini,” tambahnya.

Selain kesadaran yang masih rendah, biaya pelatihan dan ujian untuk mendapatkan sertifikasi kemampuan dibidang TIK juga tidak murah. Itu mengapa saat ini hanya kaum profesional muda saja yang memiliki minat untuk mendapatkan sertifikasi TIK.

Upaya membantu para mahasiswa mendapatkan sertifikasi TIK sekaligus ketrampilan dibidang TIK, Citiasia Institute bekerjasama dengan Oracle University Indonesia meluncurkan program beasiswa Citiasia-Oracle Scholarship 2016 senilai lebih dari Rp 2,3 miliar. Program ini diberikan seiring dimulainya secara resmi paket-paket program sertifikasi internasional Indonesia yang dikelola Citiasia Institute.

“Tahun ini kami memberikan beasiswa 225 paket training elektronik atau e-kit full gratis dan 1.975 paket training elektronik dengan potongan harga mencapai 40 persen, yang bisa diambil oleh semua mahasiswa Indonesia baik S1, S2 atau S3,” papar CEO Citiasia Farid Subhan.

Menu Training

Adapun menu training beasisa tersebut meliputi Oracle Database 11g (Introduction to SQL 2.0 dan Administration Workshop 12.0) dan Java Programming Language (Java SE 6.1.1). Selain itu Citiasia Institute juga menyediakan paket ujian gratis (free examination) untuk sertifikasi Oracle bagi peserta terbaik.

“Melalui kerangka workforce development program untuk berbagai training dan sertifikasi Oracle, kami yakin mampu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa atau tenaga kerja karena piranti lunak produk Oracle menjadi menu pilihan utama perusahaan dan organisasi terkemuka dunia saat ini,” tandas Farid.

Karena itu ia berharap para mahasiswa yang masih aktif, menggunaan peluang ini sebaik mungkin. Mengingat era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kini sudah mulai diberlakukan, dan kompetisi tenaga kerja bukan lagi ditingkat domestik, tetapi juga regional bahkan global.
Oracle sendiri merupakan perusahaan piranti lunak terbesar didunia. (inung/win)