Tuesday, 17 January 2017

Demo Tiga Hari, Guru Honorer Pulang Tanpa Kepastian jadi PNS

Minggu, 14 Februari 2016 — 7:30 WIB
Tiga hari demo di depan Istana Merdeka, guru honorer gagal bertemu Jokowi (toga)

Tiga hari demo di depan Istana Merdeka, guru honorer gagal bertemu Jokowi (toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Ribuan guru honorer se-Indonesia mendatangi Istana Merdeka sambil unjuk rasa menuntut Presiden Jokowi mengangkat mereka menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aksi mereka itu untuk menagih janji Jokowi saat kampanye yang akan mengangkatnya menjadi PNS. Namun deo selama tiga hari itu belum membuahkan hasil. Sampai mereka pulang tidak ada jaminan akan diangkat jadi PNS.

“Aksi mereka tersebut untuk menuntut janji Jokowi saat  kampanye di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang akan mengangkat guru honorer menjadi PNS,” papar pengamat anggaran Uchok Sky Khadafi yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (13/2).

Khadafi mengatakan janji Jokowi itu tertuang dalam Piagam Perjuangan Ki Hajar Dewantara yang ditandatangani Jokowi pada tanggal 5 Juli 2014 diatas materai Rp6000,-. “Jadi janji itu harus dipenuhi oleh Jokowi karena kalau tidak dipenuhi janjinya, maka mereka akan terus datang ke Istana menagih janji,” papar Khadafi.

Khadafi mengakui  semua guru honorer jumlahnya banyak sekali mencapai 1,7 juta orang orang. “Jadi teknis pengaturan pengangkatan mereka kita serahkan kepada pemerintah, apakah pengangkatan mereka menjadi PNS secara bertahap, atau sekaligus,” papar Khadafi.

Namun, menurut Khadafi, pengangkatan guru honorer tersebut bisa membebani anggaran negara mencapai Rp4 triliun untuk gaji mereka saja.”Saya sudah menghitungnya pemerintah akan mengeluarkan dana untuk mengangkat mereka menjadi PNS,”  terang Khadafi.

Ia mengatakan pemerintah sendiri sudah mengeluarkan dana besar untuk guru yang berstatus PNS melalui program sertifikasi mencapai Rp71 triliun, belum lagi dana tunjangan para guru dan gajinya. “Jadi pemerintah sudah mengeluarkan dana besar di bidang pendidikan, khusus biaya gaji, tunjangan dan sertifikasi guru PNS,” papar Khadafi.

Karenanya, lanjut Khadafi, kalau pemerintah Jokowi akan mengangkat guru honorer tersebut menjadi PNS, maka akan menambah anggaran negara. “Namun Jokowi tetap harus mengangkat mereka menjadi PNS karena itu janji Jokowi yang pernah disampaikannya saat kampanye Pilpres 2014,” terang Khadafi.

Seperti diketahui, selama tiga hari berturut-turut ribuan guru honorer se-Indonesia mendatangi Istana Negara, Jakarta.  Mereka menuntut Jokowi untuk merealisasikan janji pengangkatan status sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Upaya perwakilan untuk bertemu dengan Jokowi tidak kesampaian karena banyak agenda kenegaraan di Istana yang sudah terjadwal, termasuk Jokowi harus mengadakan kunjungan kerja ke Lampung untuk meninjau pembangunan infrastruktur jalan tol. (Johara)

Terbaru

gitar
Rabu, 18/01/2017 — 5:55 WIB
Yang Muda yang Berpenyakit?
qlue
Rabu, 18/01/2017 — 5:45 WIB
Aplikasi Qlue Dihapus RW Boleh Sumringah
Rabu, 18/01/2017 — 5:36 WIB
Menteri Diminta ‘Santun’