Thursday, 15 November 2018

Komunitas Sendok Garpu Motor Club

Berburu Makan dengan Motor Tua Eropa

Senin, 15 Februari 2016 — 12:42 WIB
sendok-1

KOMUNITAS Sendok Garpu Motor Club (MC). Nama yang unik bagi sebuah komunitas otomotif. Bagaimana tidak, mungkin pembaca poskotanews.compun bertanya adakah hubungannya antara dua alat makan tersebut dengan motor?

Tidak mudah memang mencari jawabannya. Namun itulah keunikan dari komunitas ini. Bukan hanya sekedar hobi menunggangi kuda besi, namun semua anggota dari komunitas ini memang memiliki hobi yang sama. Yakni makan. Sehingga tidak heran jika rata-rata para anggota memiliki berat badan yang cukup besar yaitu 80 kilogram.

Nono Noke, 41, Humas Sendok Garpu MC, mengatakan hobi kami memang makan. “Touring bareng memburu makanan tapi tetap ngga menghilangkan kegaharan,” ungkap Nono berseloroh saat ditemui poskotanews.com beberapa waktu lalu.
sendok-2

Lebih lanjut Nono menceritakan sedikit tentang komunitasnya yang telah berdiri sejak lima tahun lalu ini. Sendok Garpu MC merupakan kumpulan pecinta motor Eropa klasik dan dibentuk pada 10 Oktober 2010. Seperti Norton, BMW, AJS dan Harley Davidson. “Bermula dari inisiatif pengendara motor Eropa yang suka berkumpul untuk kulineran. Komunitas Sendok Garpu MC sendiri saat ini telah beranggotan 40 orang,” ujarnya .

Menurut Nono Noke sudah banyak kegiatan yang sering dilakukan Sendok Garpu MC seperti touring, mendatangi event se-Indonesia, pameran motor Eropa klasik dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. “Sendok Garpu MC selalu melakukan pertemuan rutin yang sering berkumpul di Griya Jakarta, Pamulang untuk bertukar pikiran tentang motor Eropa. Dan tidak lupa tentunya makan bersama,” tukas Nono Noke.

Makan ini dikatakan Nono Noke merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Sehingga tidak heran bila logo dari komunitas ini menggambarkan kucing sembari memegang sendok dan garpu. “Kami selalu jalan sambil cari kuliner, berbagai macam sudah kami rasakan, dari kaki lima sampai bintang lima,” jelas Nono Noke.

Lebih lanjut Nono Noke mengaku tidak mudah merawat motor klasik Eropa. Dibutuhkan kesabaran dan perhatian ekstra agar kendaraan ini tetap bisa berjalan di aspal dengan mulus. “Susah mencari spare partnya dan Selain sudah langka,” terang Nono Noke.(PNJ-40/ruh)