Monday, 22 October 2018

MUI : Yang Kampanyekan LGBT juga Haram

Rabu, 17 Februari 2016 — 19:48 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam kembali mengeluarkan pernyataan sikap, bahwa perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) haram, termasuk mereka yang mengkampanyekannya.

Sikap MUI dan Ormas Islam terhadap LGBT disampaikan di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (17/2). “Aktivitas LGBT telah diharamkan dalam Islam dan agama-agama samawi lain. Pengharaman itu, termasuk untuk tindakan mengkampanyekannya,” kata Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

Ma’ruf menambahkan LGBT tidak hanya diharamkan agama tapi bertentangan dengan Pancasila sila 1 dan 2, UUD 1945 khususnya pasal 29 ayat 1 dan Pasal 28 J dan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.

“Aktivitas LGBT menurut Ma’ruf Amin juga bertentangan dengan Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014. Promosi atau pun dukungan harus ditolak agar LGBT tidak meluas,” terang mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era Presiden SBY.

Ia menegaskan LGBT haram dan merupakan bentuk kejahatan (jarimah), sehigga para pelaku dapat dikenakan hukuman. “Selain itu, aktivitas LGBT adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan, dan dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular seperti HIV/AIDS,” papar Ma’ruf.

Terkait penanganan rehabilitasi orang dengan kelainan seks LGBT, MUI siap berkoordinasi dengan pihak terkait. “MUI selalu siap melakukan rehabilitasi termasuk PSK, LGBT, termasuk di daerah lokalisasi. Itu memang kerjaan MUI untuk melakukan rehabilitasi. Kita siap, sangat siap,” tegas Ma’ruf. (Johara