Friday, 24 March 2017

Terkait Damayanti Wisnu Putranti, Mantan Bupati Kendal Diperiksa KPK

Rabu, 17 Februari 2016 — 23:25 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, Damayanti Wisnu Putranti (DWP)

Anggota Komisi V DPR RI, Damayanti Wisnu Putranti (DWP)

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan  segera menetapkan tersangka baru terkait dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menjerat anggota Komisi V DPR RI, Damayanti Wisnu Putranti (DWP). Dalam melacak aliran dana suap Damayanti, penyidik KPK  memeriksa mantan dan calon Bupati Kendal, Jawa Tengah sepanjang, Rabu (17/2).

Widya Kandi Susanti,  Bupati Kendal 2010-2015  mengaku pernah mendapat sumbangan dana dari Damayanti untuk sosialisasi pada November 2015 lalu. “Ada sosialisasi 29 November 2015. Jadi DPR kan, sosialisai empat pilar,” ujar Widya usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Damayanti di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/2).

Widya menambahkam bahwa selama diperiksa, dirinya dicecar empat sampai lima pertanyaan. “Ditanya kenal Damayanti atau tidak, terus kronologis perkenalannya bagaimana. Saya katakan bahwa saya kenal beliau sebatas sosialisasi. Ya gak lama, gak ada satu jam. Setelah tahu kalau saya bukan bupati, selesai sudah, gak ditanya lagi. Kira-kira hanya empat sampai lima pertanyaan saja,” ungkapnya.

Dana sosialisasi tersebut itulah yang kemungkinan tengah diselidiki oleh penyidil KPK. Ada kemungkinan sumbangan untuk sosialisai empat pilar yang diberikan oleh Damayanti  berasal dari PT Windu Tunggal Utama milik Abdil Khoir. Dugaan tersebut tak bisa dipungkiri lantaran pertemuan pertama dengan Damayanti, terjadi pada September 2015 silam.

Selain Widya, penyidik KPK juga memeriksa Mohamad Hilmi, calon Wakil Bupati Kendal tahun 2015. Hal itu diakui Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha. “Kedua saksi yang diperiksa untuk tersangka DWP (Damayanti) hari ini datang,” aku Priharsa saat dikonfirmasi di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan,Jakarta, Rabu (17/2).

Di saat yang bersamaan, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan bahwa terkait penetapan tersangka baru, ia meminta  awak media untuk bersabar. Ketika didesak pun, Saut pun meminta izin melihat daftar siapa saja tersangka baru tersebut. Namun yang jelas tersangka baru tersebut bakal ditetapkan untuk menemani empat tersangka yang saat ini telah mendekam di rumah tahanan. “Penyidik masih bekerja sabar ya,” tegasnya.

Seperti diketahui kasus suap terkait proyek di Kementerian PUPR terbongkar saat KPK menangkap empat orang dalam Operasi Tangkap Tangan pada  awal awal Januari 2016 lalu yang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka. Keemoatnya adalah Damayanti, Abdul Khoir (Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama), serta dua anak buah Damayanti, Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini. Saat penangkapan keempatnya, KPK menyita uang senilai 99.000 dolar Singapura (setara Rp 956.330.775) yang diduga merupakan bagian dari janji suap sebesar 404.000 dolar Singapura (setara Rp3,9 miliar) yang diberikan Abdul Khoir untuk Damayanti guna mengamankan proyek Kementerian PUPR tahun anggaran 2016.

Atas perbuatannya, Damayanti, Julia dan Dessy yang diduga sebagai penerima suap disangkakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana. Sementara Abdul Khoir yang diduga sebagai pemberi suap, dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (junius)