Friday, 23 August 2019

Imigrasi Depok Tangkap 5 Warga Nigeria, 2 Pemain Bola Overstay

Kamis, 18 Februari 2016 — 15:10 WIB
Kepala Imigrasi Kota Depok Dudi Iskandar (tengah) bersama anggota timpora menangkap WNA Nigeria bersama barang bukti. (Angga)

Kepala Imigrasi Kota Depok Dudi Iskandar (tengah) bersama anggota timpora menangkap WNA Nigeria bersama barang bukti. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Petugas Timpora Imigrasi kelas 2 Kota Depok, berhasil mengamankan lima warga negara asing Nigeria diduga tidak memiliki paspor dan visa kunjungan.

Kepala Imigrasi Kota Depok, Dudi Iskandar mengatakan kelima WNA Nigeria , Johnson Chikwuemeka Nwaneri,30, Nicholas Okechukun Okatun,25, Ikechukwu Kennedy Anyanwu,35, Henry Chisom Wu,28, dan Alaribe Augustus Chigoze,30, diamankan petugas dari hari razia di Kampung Blok Sawo, Jalan Jembatan Serong Cipayung, Kp. Kekupu Jalan Caringin Rangkapan Jaya Pancoran Mas, serta Kp. Rawa Geni Cipayung.

“Kelima WNA tinggal kontrak dilokasi tempat terpencil jauh terhendus dari petugas Imigrasi,”ujarnya kepada Pos Kota di ruang kerjanya, Kamis (18/2) siang.

Keberadaan orang asing tersebut diketahui atas laporan Lurah yang curiga wilayahnya kini banyak ditempati oleh orang berkulit hitam.

“Pada saat penggrebekan ada seorang warga asing asal Nigeria tersebut sempat kabur, namun berhasil kita tangkap. Mereka kita amankan lantaran dua orang memiliki paspor namun telah overstay , ketiga orang lainnya tidak memiliki paspor maupun visa,”ungkapnya.

PEMAIN BOLA

Menurut Kepala Imigrasi Kota Depok, dua orang asing Alaribe Augustus Chigoze, 30, dan Henry Chisom Wu,28, mengaku merupakan pemain bola lokal yang rencana akan baru dipakai.

“Paspor mereka ada namun dibawa oleh sponsor lokal. Sedangkan ketiga orang asing lainnya bekerja di perusahaan garmen atau pakaian. Selain itu kita juga mengamankan empat kantung berisi tanaman obat dari pengakuan tanaman itu untuk digunakan buat obat kuat dan kesehatan,”ungkapnya.

Kelima orang asing ini, lanjut Dudi telah tinggal tiga bulan di kawasan Cipayung. “Mereka kita kenakan pasal 71 B dan pasal 78 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 yaitu sanksi ancaman dideportasi maupun denda sebesar Rp. 25 juta,”tutupnya. “Barang bukti yang kita sita Laptop,hp dan obat2 kesehatan dan obat kuat berupa daun kering.”
(angga/sir)