Saturday, 17 November 2018

Jangan Gentar Melawan Narkoba

Jumat, 19 Februari 2016 — 5:18 WIB

SUDAH dua polisi gugur dalam sebulan ini saat bertugas melakukan operasi pemberantasan narkoba. Bripka Aris Dinata menghembuskan nafas terakhir Kamis (18/2) di RCM setelah dirawat sebulan akibat ditembak bandar narkoba di Jakarta Utara.

Sehari sebelum Bripka Aris ditembak, Bripka Taufik Hidayat menemui ajal setelah melompat ke Kali Ciliwung akibat diserang warga saat menggerebek pengedar narkoba di Jakarta Timur. Di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, belum lama ini polisi juga diserang bandar narkoba pakai golok.

Rangkaian peristiwa perlawanan mafia narkoba terhadap aparat kepolisian, harus membuka mata kita, bahwa jaringan narkotika di negeri ini kian bengis. Mata rantai mereka semakin kuat sampai ke pelosok-pelosok daerah. Data di Badan Narkotika Nasional (BNN), di Indonesia setiap hari lebih dari 50 warga meninggal akibat narkotika. Tahun 2015 tercatat, jumlah pemadat mencapai lebih dari 4 juta jiwa.

Sosialisasi bahaya narkoba gencar dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) baik lewat media, tatap muka dengan siswa di sekolah-sekolah, di lingkungan permukiman dan lainnya. Tapi kuatnya mafia internasional mamasang kaki tangan di berbagai lini, membuat BNN maupun kepolisian tidak bisa bekerja sendiri.

Kita harus peduli dengan bahaya narkoba, kita harus peduli dengan kerja keras aparat kepolisian dan BNN dalam memerangi narkoba. Bengisnya jaringan narkoba sudah terbukti, dan mereka tidak takut melawan aparat. Kita tentu tak ingin muncul gembong barang laknat sekelas Pablo Escobar serta kartel-kartel narkoba seperti di Colombia.

Perang melawan penyalahgunaan narkoba harus dimulai di lingkungan terkecil, yaitu keluar, lingkungan tempat tinggal, sekolah dan lainnya. Sekecil apa pun peran kita, seperti memberi informasi bila ada kasus narkoba laporkan ke aparat terkait. Jangan gentar melawan sindikat, karena bila masyarakat kompak, mata rantai mafia bisa diputus. Kejahatan narkotika adalah extra ordinary crime yang sama kejamnya dengan terorisme.**