Thursday, 23 November 2017

Suami Seperti Ayam Jago Anak Tiri Menjadi Sasaran

Sabtu, 20 Februari 2016 — 5:57 WIB

TAHUKAH kelakuan ayam jago? Bisanya hanya ngawinin doang, tapi tak mau urus kuthuk (anak ayam)-nya. Rupanya kelakuan Markijo, 45, seperti itu, sehingga Ny. Lastri, 40, selaku istri yang kedua jadi kesal. Karena suaminya kawin lagi. Sasarannya, anak tiri si Kanti, 10, dianiaya hingga sampai jadi urusan polisi.

Soal loyalitas pada pasangan, ayam jago kalah dengan burung merpati. Burung merpati jantan mau bergantian dengan betinanya untuk mengerami telur. Tapi ayam jago, tak pernah  mau mengerami telur di petarangan. Habis “nyetrom” si babon, dia pergi untuk nyetrom babon-babon yang lain. Untung ayam jago itu bukan PNS, sehingga terbebas dari PP-10 (larangan poligami).

Kelakuan Markijo warga  Buduran Sidoarjo, rupanya seperti ayam jago pula. Setelah menceraikan istri pertama, dia menikah dengan Ny. Lastri, janda yang masih STNK. Anak bawaan dari istri pertama, yakni si Kanti, yang mengurus seterusnya yang istri keduanya yang sekarang.

Lastri karena sudah sayang sama ayahnya, sudah barang tentu mau juga mengurus anak tirinya itu. Dia ingin menunjukkan bahwa tidak selamanya ibu tiri itu kejamnya melebihi Ibukota. Ibu tiri yang sayang pada anak tiri juga banyak. Jika di dunia perwayangan, bisa lihat itu Dewi Kunthi. Meski Nakula-Sadewa itu anak Madrim yang jadi itri kedua Pandu, dia tetap memelihara secara baik. Sampai kuliah pun tetap dibiayai.

Tapi mental Markijo rupanya memang seperti ayam jago. Dia sama sekali tak menghargai pengorbanan istri keduanya itu. Sudah jenuh dengan Lastri, kini dia cari perempuan lain yang lebih muda dan berpenampilan menjanjikan. Ibarat mobil, jika Lastri hanya Kijang Inova 2005 yang belum Euro, kini cari lagi Inova 2015 yang sudah dilengkapi air bag dan sensor parkir.

Belakangan dia memang kawin lagi, dan Lastri berikut anak kandungnya si Kanti, sama sekali tak diurus. Markijo kini sudah jadi Bang Toyib, berbulan-bulan tidak pulang. Jangankan setor bonggol, setor benggol (uang) juga tidak. Dia sudah berusaha mencari, tapi tak ketemu juga. Lalu katanya, “Lali karo aku kena-kena wae, ning mosok lali karo anake dhewe (lupa padaku boleh saja, tapi masak lupa anak sendiri).”

Karena kadung marah, Lastri kini jadi ikut-ikutan membenci anak tirinya itu. Salaah sedikit main tempeleng, bahkan diikat dan dihajar. Beberapa hari lalu tetangga melihatnya, sehingga Lastri dilaporkan polisi. Polisi yang datang segera membebaskan Kanti, dan istri kedua Markijo itu diperiksa intensif. Katanya, dia terpaksa menyiksa anak tirinya, karena kesal pada bapaknya.

Jangan siksa anak, suami pulang kasih palang pintu saja, Mbakyu. (BJ/Gunarso TS)