Thursday, 19 September 2019

Hentikan Kasus Novel

Kejaksaan Dinilai Jilat Ludah Sendiri

Senin, 22 Februari 2016 — 19:10 WIB
jagung

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung resmi menghentikan penuntutan kasus Novel Baswedan. Kejaksaan berdalih tidak dapat membuktikan dugaan penganiayaan mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu tersebut.

“Bahwa hari ini keputusan perkara Novel Baswedan. Setelah diskusi yang panjang Kejati Bengkulu dan jajaran Kejagung bahwa penanganan perkara Novel Baswedan dihentikan penuntutan karena tidak cukup bukti dan demi hukum karena kadaluarsa,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmat.

Menanggapi hal itu, pengacara korban penembakan Novel, Yulisman mengungkapkan, langkah kejagung menghentikan kasus Novel merupakan upaya membodohi rakyat. “Kejaksaan jangan membodohi rakyat. Ini sama saja dengan menjilat ludah sendiri,” kata Yulisman kepada wartawan, Senin (22/02/2016). Yulisman menjelaskan, bila kejaksaan berdalih kurang bukti, seharusnya kejaksaan mengeluarkan P19 (Pengembalian Berkas untuk Dilengkapi). “Harusnya ini dijelaskan saja, siapa yang mengintervensi kejagung. Kasih tahu saja kepada publik, jangan ditutupi,” kata dia. (Baca: Kejaksaan Hentikan Penuntutan Terhadap Novel Baswedan)

Selain itu, Yulisman menuturkan, dalih kejaksaan yang menyebutkan kasus Novel Baswedan telah kadaluarsa juga tidak masuk akal. “Saya sudah berbicara kepada bagian Humas Pengadilan Bengkulu, di sana berkas sudah lengkap, hakim sudah disiapkan, bahkan berkas dakwaan sudah dikirimkan. Pengadilan bilang, kasus ini tidak kadaluarsa karena penuntutan sudah dimulai,” kata dia.  Dia mengatakan, penghentian kasus Novel Baswedan membuktikan bobroknya persoalan hukum di Indonesia. “Negara ini tidak benar,” kata Yulisman.

Sebelumnya berkas Novel Baswedan sempat bolak-balik dari Kejaksaan Bengkulu ke Pengadilan Negeri Bengkulu. Kejari Bengkulu telah menyerahkan berkas dakwaan Novel ke Pengadilan Negeri Bengkulu. Namun belakangan, usai Jaksa Agung dan Kapolri bertemu Presiden Joko Widodo, berkas tersebut ditarik kembali dengan alasan akan ada penyempurnaan. Tak hanya itu, berkas yang ditangani oleh Polda Bengkulu juga telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh jaksa penuntut umum. (yahya)