Monday, 11 December 2017

Menipu Jual Barang Lewat Online Ditangkap Polda Metro

Senin, 22 Februari 2016 — 17:51 WIB
Direktur reserse kriminal khusus Polda Metro jaya Kombes Mudjiono memberikan keterangan kepada wartawan

Direktur reserse kriminal khusus Polda Metro jaya Kombes Mudjiono memberikan keterangan kepada wartawan

JAKARTA (Pos Kota) – Lima komplotan penipu dengan modus membuat akun palsu toko online, diringkus Subdirektorat Cyber Crime Dirreskrimsus Polda Metro Jaya. Dalam aksinya komplotan ini menawarkan barang-barang elektronik dan kendaraan di online palsu.

Kelima tersangka H, 34, AS, 23, Z, 49, R, 32, dan B, 33 ditangkap di Sulawesi Selatan lantaran menipu lewat online palsu, seperti olx.co.id, kaskus.co.id, bukalapak.com, dan tokopedia.com, dengan menawarkan barang-barang elektronik dan kendaraan.

Dari ersangka, polisi menyita barang bukti 14 HP, 32 rekening berbagai bank, satu laptop, satu CPU, satu mobil Honda CRV, mobil Daihatsu Grand Max, mobil Honda Fred, dan satu sepeda motor Yamaha Fino.

“Setelah korban memesan, terjadi kesepakatan, pelaku meminta agar korban mentransfer ke rekening yang sudah disiapkan,” kata Mujiyono, Senin (22/2).

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mujiyono mengatakan, pelaku berkelompok menjalankan aksi kejahatan membuat akun palsu di toko online. Mereka mempromosikan barang-barang seperti telepon pintar, perlengkapan bayi, batu akik, sepeda, mobil, sepeda motor, jam tangan, dan lainnya.

Dikatakan Mujiyono, setelah korban mengirimkan uang, pelaku lainnya mengecek ke rekening dan menariknya. “Setelah korban mengirimkan uang, ternyata pelaku tidak mengirimkan barang,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, lima g pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Seperti melakukan penipuan, mencari korban, pemilik rekening, dan penyedia rekening. “Ada yang menyiapkan dan mengecek rekening. Begitu uang korban masuk, langsung ditarik,” katanya.

Menurutnya, ada 93 laporan yang diterima Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait kasus penipuan ini. Setelah dilakukan penyelidikan, anggota mengetahui kalau para pelaku berada di Kecamatan Tedong, Kabupaten Sindenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

“Kami belum berhenti melakukan pengembangan, karena saya yakin setelah diekspose akan banyak korban lain yang membuat laporan,” tandasnya.

Selain melakukan penipuan dengan modus membuka akun palsu di toko atau belanjaonline, para pelaku juga menipu korban dengan menyebarkan brosur pemenang undian berhadiah salah satu minuman kemasan.

Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP, Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 terkait Tindak Pidana Pencucian Uang. (ilham)

  • Mangap

    Harus disikat habis agar orang nggak takut belanja online