Wednesday, 21 November 2018

Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Temui Ahok, Apa Yang Dibicarakan?

Kamis, 25 Februari 2016 — 18:55 WIB
Ganjar Pranowo, Ahpk dan Ridwan Kamil

Ganjar Pranowo, Ahpk dan Ridwan Kamil

JAKARTA (Pos Kota) – Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertamu ke Balaikota DKI Jakarta, dan menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kamis (25/2/2016).

Kedua tokoh itu datang bergiliran sekitar pukul 12.00 WIB dan 13.45 WIB. Ganjar tiba lebih dulu menggunakan Toyota Land Cruiser hitam, H 7297 ZA. Sementara, Ridwan atau akrab disapa Kang Emil menggunakan Mitsubishi Pajero Sport hitam, D 1830 PN. Mereka datang bersama sopir dan ajudan masing-masing.

Saat datang, kedua tokoh ini mengaku hanya mampir untuk bersilaturahmi dengan Ahok. Mereka lantas berdialog bareng sekitar pukul 13.50 WIB hingga pukul 14.15 WIB. Pertemuan berlangsung tertutup.

Selepas pertemuan, Ahok, Ganjar, dan Emil keluar bareng dan menyapa wartawan. Ketika wartawan menghampiri dan menyorot mereka dengan kamera, baik video maupun foto, mereka langsung bergandengan membentuk salam komando dan dengan ramah melayani pertanyaan para awak media massa.

Perihal pertemuan, Ahok dan Ganjar berdalih tidak direncanakan. Ganjar, kata Ahok, datang untuk mengurus izin mutasi istrinya yang selama ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta.

“Istrinya Pak Ganjar itu PNS DKI, mau pindah ke Semarang. Aku juga baru tahu,” kata Ahok.

Ganjar pun mengamini penjelasan Ahok. Dia mengaku ingin istrinya dimutasi ke Pemprov. Jateng, agar bisa terus bertemu sekaligus dapat membantu mengurus kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di sana.

“Iyalah. Masak suaminya di sana gak ditungguin, nanti kan dikira istri durhaka. Nanti pembina PKK-nya (di Jateng) siapa? Ya sudah pindah saja,” timpalnya.

Emil Ngobrol Pilkada

Lalu bagaimana dengan Emil yang tiba-tiba juga datang menemui Ahok apakah memang diundang atau sudah janjian? Ganjar menepisnya.

“Enggaklah, memangnya wajah-wajah kami wajah-wajah janjian nih? Enggak ada. Kami ini wajah inovatif semua kok. Yang jelas gusti Allah yang merencanakan,” pungkas politisi senior PDIP itu, seraya tertawa. “Iya, ini dadakan ini.. hahaha..,” timpal Ahok.

Namun, keterangan berbeda disampaikan Emil. Kedatangannya, selain terkait koordinasi kerja antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkot Bandung juga ada obrolan soal politik.

“Jadi inti ketemu adalah saya kulonuwun (permisi) mau belajar program dan Pak Ahok juga tertarik belajar ke Bandung tentang usaha tetapi gak perlu izin. Sisanya ngomongin politik memang ya. Tapi enggak ada kesimpulan,” tuturnya.

Disinggung apa obrolan politik yang mereka bicarakan, Kang Emil yang digadang-gadang ikut Pilkada DKI Jakarta 2017 oleh Partai Gerindra, mengatakan, di antaranya soal peluang mereka dalam Pilkada.

“Yang diomongin masing-masing jika maju berpeluang bagaimana, gitu lho,” tuntasnya, sambil tersenyum.

Lalu, apakah Emil akan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, dengan tegas ia mengatakan, akan memastikannya, Senin (29/2/2016) mendatang. “Saya nanti pengumuman hari Senin, ya. Pengumuman maju tidaknya saya, hari Senin,” imbuhnya.

Mendengar itu, Ahok langsung menyambar komentar Emil. “Yang penting bersaing sehat. Jadi kalau pun maju semua, kami bersaing sehat,” tuntasnya. (julian/win)