Thursday, 20 September 2018

Protes Warga Hong Kong atas ‘Huruf Cina Daratan’

Kamis, 25 Februari 2016 — 8:51 WIB
Harian Rakyat meminta jangan terlalu sensitif dalam membedakan huruf yang disederhanakan (kiri) dan yang tradisional (kanan).

Harian Rakyat meminta jangan terlalu sensitif dalam membedakan huruf yang disederhanakan (kiri) dan yang tradisional (kanan).

HONG KONG- Pihak berwenang Hong Kong menerima lebih dari 10.000 keluhan dalam waktu tiga hari, setelah satu stasiun TV menggunakan teks terjemahan berupa huruf yang biasanya digunakan di Cina daratan.

Hong Kong -yang berbahasa Kanton- biasanya menggunakan huruf tradisional Mandarin untuk teks terjemahan sedangkan Cina menggunakan yang sudah disederhanakan.

Badan pengawas komunikasi Hong Kong mengatakan keluhan yang diterima itu menyangkut siaran berita malam dari TVB selama 40 menit yang menggunakan bahasa Mandarin.

Warga Hong Kong belakangan menganggap semakin meningkatnya pengaruh pemerintah pusat Beijing atas mereka.

Ketegangan antara Hong Kong dan Beijing antara lain terwujud dalam aksi unjuk rasa besar prodemokarsi 2014 lalu dan hilangnya penerbit serta pegawai toko buku yang dianggap mengkritik Presiden Xi Jinping.

Bagaimanapun stasiun TVB -yang terbesar di Hong Kong- membela keputusannya dengan mengatakan Hong Kong merupakan kota internasional.

“Pengaturan baru akan menawarkan pemirsa kami lebih banyak pilihan dan melayani kebutuhan pemirsa yang berbeda,” seperti tertulis dalam pernyataannya.

Sementara surat kabar resmi Partai Komunis Cina terbitan Beijing, Harian Rakyat, meminta agar Hong Kong ‘tidak terlalu sensitif’ atas huruf Mandarin yang disederhanakan.

“Membawa implikasi politik atas perdebatan tentang teks tradisional dan yang disederhanakan serta mencemarinya dengan perasaan bermusuhan hanya menciptakan persaingan yang tidak bisa dijelaskan,” tulis koran tersebut.(BBC)