Monday, 19 August 2019

Satpol PP Kota Tangsel Rajin Razia Pelajar Saat Jam Pelajaran

Kamis, 25 Februari 2016 — 10:32 WIB
Sejumlah pelajar di Pamulang yang kena razia Satpol PP Kota Tangsel saat jam pelajaran sekolah berlangsung. (anton)

Sejumlah pelajar di Pamulang yang kena razia Satpol PP Kota Tangsel saat jam pelajaran sekolah berlangsung. (anton)

PAMULANG (Pos Kota) – Untuk memberikan rasa jera dan rajin belajar di sekolah jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan memperbanyak kegiatan razia saat jam pelajaran berlangsung di tujuh kecamatan.

“Kami akan memperbanyak kegiatan razia saat jam pelajaran sekolah berlangsung khususnya  memberikan sanksi peringatan kepada pelajar yang membolos karena bermain play station (PS) maupun nongkrong di mall, pusat perbelanjaan maupun tempat keramaian lainnya,” tegas Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Azhar Syam’un, Rabu (24/2).

Kegiatan razia pelajar yang suka membolos dan kerap bermain PS di sejumlah tempat atau rumah toko (Ruko) maupun lainnya akan dilakukan secara berkala. Terbukti dalam kegiatan razia pelajar di wilayah perempatan Gaplek, Pamulang jajarannya berhasil menangkap lima pelajar SMA negeri dan swasta.

Menurut dia, ke lima siswa pelajar SMA tersebut tertangkap basah saat bermain PS di kawsaan Gaplek, Pamulang dan langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kota Tangsel untuk didata dan kemudian memanggil pihak sekolah untuk menjemputnya.

Tempat Keramaian

Tak hanya di kawasan warung internet saja tapi sejumlah tempat keramaian juga disisir untuk mencari pelajar yang bolos saat jam pelajaran berlangsung termasuk menangkap dan memberikan penjelasan kepada sejumlah anak punk yang diamankan dipinggir jalan. Mereka diberikan pengertian agar tak bergerombol atau berkumpul dipinggir jalan maupun lainnya saat bertemu temannya.

Diakuinya, keberadaan anak Punk ini sebetulnya bukan termasuk PMKS tapi karena gaya hidup dan pakaian saja yang tak membuat sebagian masyarakat yang melihat kurang nyaman atas kehadirannya sehingga merasa terganggu. (anton/win)