Saturday, 24 August 2019

Waka MPR Mahyudin:

Pancasila Penangkal Tumbuhnya Radikalisme dan Terorisme

Jumat, 26 Februari 2016 — 11:24 WIB
Wakil Ketua MPR, Mahyudin saat sosialisasi 4 Pilar MPR, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, di Banten. (rizal)

Wakil Ketua MPR, Mahyudin saat sosialisasi 4 Pilar MPR, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, di Banten. (rizal)

CILEGON (Pos kota) –  Wakil Ketua MPR RI Mahyudin meminta peran aktif seluruh elemen masyarakat termasuk Mahasiswa dan pemerintah untuk memperkuat paham dan ideologi bangsa yang terangkum dalam 4 Pilar MPR.

Empat Pilar MPR yang disosialisasi, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Sebab mahasiswa telah menjadi sasaran paham gerakan terorisme,  radikalisme dan paham aliran sesat.

Bila mahasiswa sudah ‘ditangkal’   dengan nilai-nilai luhur Pancasila, maka  paham radikal dan terorisme diharapkan tidak punya ruang untuk berkembang di kalangan kampus.

“Rasa kebangsaan dan nasionalisme  bila sudah tertanam pada setiap setiap individu mahasiswa, maka mahasiswa tidak akan mudah tergoda oleh aliran radikalisme dan terorisme.  Untuk itu, kegiatan sosialisasi 4 Pilar kepada seluruh masyarakat Indonesia harus terus rutin dilakukan,” kata Wakil Ketua MPR RI Mahyudin saat membuka Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di  Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,  Cilegon Banten, Kamis (25/2)‎.‎

Mahyudin mengingatkan, saat ini yang menjadi inceran para  gerakan terorisme  dan  paham aliran sesat adalah mahasiswa eksak.  “Ya. Marahasiswa eksak yang selalu menjadi inceran para teroris dan paham aliran sesat. Dengan adanya cinta negara, maka hal itu bisa jadi penangkalnya,” paparnya  dan langsung disambut gemuruh oleh mahasiswa yang memadati aula Fak. Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tersebut.

Saat ini, lanjut Mahyudin, MPR masih terkendala dengan keterbatasan jumlah anggota, sehingga sosialisasi 4 Pilar baru bisa dilakukan di instasi pemerintah dan pendidikan.

“‎Kita baru bisa menyampaikan sosialisasi ke kampus, sekolah, masyarakat yang jumlahnya masih terbatas. Kita harus bekerja sama dengan semua pihak untuk menjaga warga negara agar tidak terganggu dengan paham-paham yang bersifat radikal dan sesat demi keamanan bangsa kita,” kata Mahyudin.

Sosialisasikan Pancasila dan UUD 45

Mahyudin menjelaskan MPR merupakan lembaga negara yang mempunyai ‎kewenangan tertinggi sesuai amanat Undang Undang (UU), bertugas mensosialisasikan Pancasila, UUD 45, NIKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, agar warga Indonesia terhindar dari pengaruh paham sesat dan radikalisme yang bertentangan dengan UUD 1945.

“Nah, memang dari situ kita fokus untuk menyampaikan paham kebangsaan apa yang diatur dalam Pancasila. Kemudian, kita juga memberikan tentang ideologi negara, sehingga masyarakat kita tidak terbawa aliran-aliran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.

Perlu diketahui Pada Januari 2016, bangsa ini dikejutkan keberadaan Gafatar dan bom Thamrin di Jakarta. Kedua kejadian tersebut merupakan bukti bahwa warga masih rentan disusupi paham sesat dan radikalisme.(rizal/win)