Saturday, 18 August 2018

20 PSK Eks Kalijodo Diusir dari Tempat Pelacuran Dadap

Sabtu, 27 Februari 2016 — 20:14 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

TANGERANG (Pos Kota) –  Sebanyak 20 Pekerja Seks Komerasi (PSK) eks Kalijodo terjaring razia di tempat prostitusi Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Mereka yang terjaring kemudian di usir kembali ke daerahnya masing-masing.

Razia gabungan dari Satpol PP Kabupaten Tangerang dan Polsek Teluknaga itu dilakukan guna mengantisipasi hijrahnya PSK eks Kalijodo ke wilayahnya. Satu persatu kafe yang berada di sepanjang lokalisasi Dadap diperiksa petugas. Alhasil, petugas mengamankan 20 wanita berusia remaja bersembunyi di dalam kamar.

“Kami mengantisipasi eksodus PSK dari Kalijodo dengan merazia sejumlah kafe di kawasan Dadap. Dalam operasi gabungan, kami menangkap 20 PSK berusia belia asal Kalijodo,” kata Camat Kosambi Bambang Misbahudin, Sabtu (27/2).

Usai di data, kata Bambang, puluhan PSK eks kalijodo itu kemudian dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Mereka pun diminta untuk tidak kembali menghuni lokalisasi Dadap, Kabupaten Tangerang.  “Sudah kita pulangkan ke kampung halamannya masing-masing,” ujar Bambang.

Berada tak jauh dari Bandara Soekarno-Hatta memungkinkan para PSK eks Dolly dan Kalijodo eksodus ke tempat prostitusi tersebut. Selama 36 tahun berdiri, lokalisasi Dadap tercatat memiliki 75 bangunan kafe. Di setiap kafe terdapat seorang muncikari yang menampung sejumlah PSK.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, selain mengantisipasi eksodusnya PSK Kalijodo ke Dadap, pihaknya juga akan membongkar lokalisasi tersebut. Persiapan pembongkaran bangunan ilegal berupa warung remang-remang dan kafe maksiat itu dalam persiapan dan tahap sosialisasi.

“Pada Mei 2016, lokalisasi Dadap akan ditutup. pembongkaran sarang prostitusi itu sedang digodok,” kata Ahmed Zaki Iskandar. (Imam)

  • Mangap

    Mei 2016, lokalisasi Dadap akan ditutup
    Terus kapan ya Bongkaran, Boker, dll dibereskan juga ?

  • tagor

    Pelacuran, Rampok, Garong, Jambret, Copet, anak punk, pengamen, pengemis penyakit sosial dimasyarakat, Solusinya harus menyeluruh, tidak sekedar menambah Polsi, Satpol PP….atau minta tambah anggaran…ini model Kuno dalam membangun satu bangsa yg bermartabat

  • alan

    Jika melihat Pemerintah Kabupaten yang rakyatnya banyak jadi pelacur dll, ternyata para Pejabat Pemkabnya banyak yang bergaya hidup mewah….APBD Pemkab habis untuk Foya foya pejabatnya serta tunjangan PNS Lokal…miriiiiiis..

  • ichwa

    setuju pelac ur di berangus wong yang harus nya jadi panutan juga pada doyan……..!