Saturday, 22 September 2018

Jika jadi Calon Gubernur DKI, Ahok Tidak akan Cuti Kampanye

Sabtu, 27 Februari 2016 — 8:12 WIB
Ahok dan Djarot

Ahok dan Djarot

JAKARTA (Pos Kota) – Kendati sejumlah papol sudah menyatakan dukungan terhadap Ahok jadi calon Gubernur DKI Jakartadi pilkada mendatang, namun dia masih menunggu hasil satu juta tandatangan dari tim relawan.

“Saya masih menunggu. Kita tidak mengabaikan parpol,”katanya di Balaikota, Jumat (26/2). Seperti diketahui, sejumlah papol sudah menarwakan Ahok seperti PDIP, Nasdem dan Hanura.

Ahok saat ini belum memutuskan maju dengan parpol atau tidak. Ia mengaku sedang menunggu hasil kerja Teman Ahok, sebuah komunitas yang mengumpulkan KTP hingga jumlah satu juta copy agar bisa maju dalam Pilkada DKI melalui jalur independen. Teman Ahok menargetkan akan mengumpulkan satu juta KTP Mei 2016 mendatang.

“Ya dua-duanya baik. Teman Ahok pada dasarnya setuju saja didukung PDIP. Teman Ahok hanya khawatir saya tidak bisa maju lagi. Dan dari dulu saya dengan PDIP hubunganya baik, mau majuin saya tapi ada sekelompok orang khawatir gak dimajukan” ujarnya.

Ahok mengatakan, jika maju dirinya memilih untuk beraktivitas seperti biasa jika nanti maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta. Saat masa kampanye, Ahok tidak akan berkampanye dan tidak akan mengambil cuti. “Saya kira kita mah enggak usah cuti, kan kerja tiap hari. Ngapain kampanye?” kata Ahok .

Ahok mengatakan, keputusannya itu bukan berarti dia hendak menyalahgunakan jabatan yang diembannya.

“Sekarang kalau saya ajak Djarot (Djarot Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta), masa mau dua-dua cuti. Gimana? Mau ganti orang lain, nanti kacau balau. Jadi perlu cuti enggak? Saya rasa orang Jakarta enggak perlu saya cuti kok. Kalau petahana, orang tahu kita kerja apa,” ujarnya.(john)