Tuesday, 12 December 2017

Disita Motor Tanpa Dilengkapi Surat

10 Cewek Cabe-cabean Dijaring Polsek Sawangan

Minggu, 28 Februari 2016 — 7:40 WIB
Kapolsek Sawangan Kompol Siti Nurhayati bersama anggota menyita motor serta mengamankan ABG yang sedang nongkrong di Situ. (Angga)

Kapolsek Sawangan Kompol Siti Nurhayati bersama anggota menyita motor serta mengamankan ABG yang sedang nongkrong di Situ. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Anggota Polsek Sawangan mengamankan sejumlah remaja ABG sedang mojok serta menyita motor tanpa surat-surat ketika digelar operasi cipta kondisi antisipasi kejahatan konvensional dan peredaran narkoba, Sabtu malam hingga Minggu dinihari.

Operasi dipimpin Kapolsek Sawangan Kompol Siti Nurhayati dengan dibantu 20 personil merazia tempat tongkrongan biasa dijadikan tempat kencan anak-anak BG yang dikenal dengan cabe-cabean di Situ Pengasinan dan Situ Sawangan.

“Hasil razia yang telah kita lakukan mengamankan 10 ABG cabe-cabean yang sedang mojok dikegelapan bersama teman lakinya. Serta 12 motor tanpa dilengkapi surat-surat alias bodong,”ujarnya kepada Pos Kota usai rajia di ruang kerjanya,Minggu (28/2) dini hari.

Disebut cewek cabe-cabean karena ABG ini sering keliling naik motor bersama teman lelakinya secara berombongan hingga larut malam. Mereka juga sering berkencan di tempat yang mereka mau. Kadang tidak malu di pinggir jalan yang dilakukan untuk balapan motor secara liar.

Mantan perwira Gadik SPN Lido Polda Metro Jaya ini mengatakan, pihaknya juga merazia tiga warung jamu dan penjualan minuman di wilayah Reni Jaya, Pengasinan, serta Jalan Raya Parung – Ciputat, petugas menyita 50 botol minuman keras berbagai merek.

“Operasi cipta kondisi ini bertujuan menciptakan situasi kamtibmas wilayah Sawangan dan Bojongsari aman dan kondusif. Para cabe-cabean yang diamankan didata lalu dipanggil orang tua. Sedangkan untuk motor bagi pemilik harus melengkapi surat-surat baru motor dapat diambil di Polsek,”ungkapnya.

Lokasi-lokasi yang telah dirazia yaitu di Situ Pengasinan dan Situ Sawangan kerap dijadikan sebagai tempat mojok ABG dan mesum karena lokasi yang gelap.

“Hal ini sudah diresahkan masyarakat lantaran kerap digunakan sebagai lokasi mesum. Apalagi ABG dan cabe-cabean di lokasi sering menjadi tempat tongkrongan,”tutupnya. (Angga)