Thursday, 23 November 2017

Ahok : Ada Masalah Telepon Saja ke 122

Selasa, 1 Maret 2016 — 22:01 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap layanan telepon bernomor 112 bisa segera digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta. Sebab, menurutnya, nomor telepon pelayanan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk melaporkan kondisi darurat semisal penanggulangan kebakaran.

“Kita kan sudah dapat nomor 112, kita harap ini bisa segera digunakan sehingga ke depan masyarakat yang gak ada pulsa pun otomatis bisa telepon darurat 112,” katanya selepas menjadi instruktur upcara (Irup) pada upacara memperingati Hari Ulang Tahun ke-97 Pemadam Kebakaran, di halaman kantor Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Selasa (1/3/2016).

Bukan hanya penanggulangan kebakaran, kata orang nomor satu di DKI Jakarta itu, layanan telepon 112 bisa pula digunakan untuk kondisi darurat lainnya semisal tindakan kriminal, banjir, atau peristiwa lain yang sifatnya membahayakan diri atau nyawa seseorang maupun hewan peliharaan.

“Layanan telepon 112 ini konsepnya seperti layanan telepon 911 di Amerika. Nah ini kita lagi mau ganti semua perangkat telepon kalau darurat tuh 112, ada apapun tekan 112 saja,” ujarnya.

Tadinya, papar mantan Bupati Belitung Timur itu, sempat terpikir nomor telepon yang akan digunakan untuk pelayanan darurat adalah 911 juga. “Tapi, kita gak jadi menggunakan 911 karena sudah diambil provider, jadi kami pakai 112. Itu yang ada di perangkat semua hp orang, hp ada di indonesia pasti ada 112,” imbuhnya.

Sebelumnya, sosialisasi layanan telepon 112 ini mulai digencarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo), di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (11/2/2016). Call center ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat seperti halnya layanan 911 di Amerika Serikat.

“Layanan single number 112 ini dapat digunakan jika warga mengalami hal-hal yang terkait dengan keamanan, emergency, kenyamanan, keselamatan seperti butuh ambulan, perahu karet, logistik, kedarutan bencana, polisi, atau hanya sekadar tanya info tinggi muka air hingga layanan terkait kebencanaan lainnya. Jadi satu nomor untuk segala kebutuhan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan,” kata Menteri Kominfo, Rudiantara didampingi Ahok saat itu.

Layanan ini, sambung Rudi, akan dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dengan nama “Jakarta Siaga 112” dan dapat dihubungi dari seluruh operator meski tanpa menggunakan pulsa alias gratis.

“Layanan 112 ini juga sekaligus menggantikan nomor telepon siaga bencana 164 yang telah beroperasi selama ini,” imbuhnya.

Sayangnya, operasionalisasi pelaksanaan 112 ini masih menunggu selesainya Peraturan Presiden yang menjadi payung hukum pemberlakuannya. Jika sudah selesai maka akan diresmikan peluncurannya.

Selain layanan 112, pada kesempatan itu juga disepakati layanan penyebarluasan pesan singkat (SMS) peringatan dini bencana banjir. Kedua layanan tersebut merupakan wujud tiga pilar kerjasama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, khususnya anggota Asosiasi Telepon Seluler Indonesia. (julian)