Sunday, 27 May 2018

Dugaan Ijazah Palsu Wakil Bupati Lampung Selatan Diusut Lagi

Selasa, 1 Maret 2016 — 20:41 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

LAMPUNG (Pos Kota) – Polda Lampung masih menindaklanjuti kasus dugaan ijazah palsu yang di gunakan oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, saat pencalonan diri sebagai Wakil Bupati Lampung Selatan pada Pilkada 2015 lalu.

Hal ini disampaikan Kasubdit I Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Eko Supriadi. Ia membenarkan bahwa kasus tersebut masih ditangani. “Kasusnya masih diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” ungkapnya pada Selasa (1/3).

Pihaknya saat masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengetahui apakah ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang di keluarkan Sekolah Luar Biasa (SLB) E Handayani yang berada di wilayah Jakarta Selatan dan sekarang masuk wilayah Jakarta Timur  tersebut, dikeluarkan dari Kemenbdikbud atau bukan.

“Sementara itu saja yang baru bisa diinformasikan terkait dengan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Resesre Kriminal Umum Polda Lampung Zarialdi mengatakan, Nanang Ermanto atau Wakil Bupati Lampung Selatan memang sedang dalam pemeriksaan terkait laporan dugaan penggunaan ijazah palsu saat pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah  (Pilkada) serentak 9 Desember 2015 lalu.

“Laporan itu menyatakan ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang digunakan saat pencalonan diduga palsu,” katanya.

Pelapor Mantan Rivalnya

Menyikapi laporan tersebut, ia melanjutkan, pihaknya telah menurunkan penyidik untuk mengecek kebenaran laporan sehingga dapat diselesaikan secara hukum. Mengenai pelapor, Zarialdi menyebutkan, pelapornya adalah Eki Setyanto, mantan rival di Pilkada.

Eki merupakan calon Wakil Bupati Lampung Selatan (Petahana) pada pilkada serentak tersebut. Eki kembali maju pada pilkada 2015 berpasangan dengan Rycko Menoza. Namun, Pilkada Lampung Selatan akhirnya dimenangkan pasangan Zainudin Hasan-Nanang Ermanto.

Kasubdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Lampung, AKBP Eko Supriadi, pada waktu lalu mengatakan, pelaku atau pengguna ijasah palsu akan diproses secara hukum.

Pelaku atau pengguna ijasah palsu, tentu akan diproses sesuai dengan pasal 263 KUHP atau 266 tentang pemalsuan dokumen dan UU RI No 20 tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 86 ayat 1 dan 2, menggunakan ijazah palsu, sertifikat atau ijazah perguruan tinggi tanpa hak. (Koesma/win)