Thursday, 20 September 2018

Indonesia Susun Laporan Keragaman Ekspresi Budaya

Selasa, 1 Maret 2016 — 21:56 WIB
Mendikbud (berblangkon) dan Peserta lokakarya nasional penyusunan laporan keragaman ekspresi budaya berfoto bersama. (Inung)

Mendikbud (berblangkon) dan Peserta lokakarya nasional penyusunan laporan keragaman ekspresi budaya berfoto bersama. (Inung)

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia telah meratifikasi perjanjian internasional tentang Perlindungan dan Promosi Keragaman Ekspresi Budaya sejak 2005.

Itu sebabnya Indonesia berkewajiban melaporkan semua program dan kebijakan yang dilakukan pasca ratifikasi kepada UNESCO. Mendikbud Anies Baswedan mengakui bahwa ratifikasi perjanjian internasional dan hal perlindungan dan ekspresi budaya sesungguhnya telah memberikan keuntungan besar bagi Indonesia.

“Kita memiliki panggung untuk menunjukkan kekayaan budaya kepada masyarakat dunia. Disisi lain budaya lokal bisa kita lestarikan dan kembangkan,” paparnya di sela lokakarya nasional tentang pelaporan periodik konvensi UNESCO 2005 Selasa (1/3).

Diakui banyak hal telah dicapai Indonesia sejak kemerdekaan. Kini dengan potensi yang dimiliki dan kebutuhan untuk berbagi dengan dunia, bangsa Indonesia selayaknya memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia akan berpartisipasi, memiliki akses dan menikmati keragaman ekspresi budayanya.

Momentum pelaporan ini kata Anies selayaknya dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan untuk mensinergikan kebijakan dan aktivitas yang menyangkut pengembangan kebudayaan untuk sebesar-besarnya bermanfaat bagi seluruh masyarakat pemilik kebudayaan tanpa mengabaikan nilai-nilai yang terkandung didalam kebudayaan tersebut.

Ekonomi Kreatif Paling Berkembang

Sementara itu Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia menekankan bahwa ekonomi kreatif adalah salah satu sektor ekonomi yang paling berkembang pesat di dunia.

Sektor ini juga salah satu yang sangat transformatif dalam hal pendapatan, penciptaan lapangan kerja dan pendapatan ekspor. Karena itu pemerintah berupaya memperkuat, mendukung perkembangan dan memberikan bantuan terhadap ekonomi kreatif.

Data UNESCO menyebutkan bahwa 10 persen dari PDB Indonesia disumbang oleh industri kreatif. “Dunia bisa belajar dari Indonesia dalam hal pengembangan ekonomi kreatif yang memanfaatkan potensi budaya lokal,” tandasnya.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan lokakarya akan berlangsung 3 hari dan sejumlah pakar budaya serta industri kreatif hadir untuk memberikan masukan. (Inung/win)