Tuesday, 25 September 2018

Pada Bini Orang Main Sosor Akhirnya Bibir Jadi Jontor

Selasa, 1 Maret 2016 — 5:26 WIB

ANAK sudah punya, bini demikian juga, tapi Sarwan, 38, masih mau juga nyosorrrr bini orang. Sekarang rasakan akibatnya, ketika ketahuan begituan di hotel, dia ditonjok mulutnya oleh kakak ipar WIL-nya Lina, 33. Kini keduanya digelandang ke kantor polisi, namun begitu Lina pasrah saja bila suami menceraikan.

Kata praktisinya, selingkuh itu seperti orang merokok. Awalnya coba-coba, begitu tahu demikian mengasyikkan, jadi ketagihan. Resiko penyakitnya juga sama, menganggu kesehatan jantung. Perokok bisa kena penyakit jantung, peselingkuh bisa jantungan jika ketahuan dan digerebek keluarga.

Sarwan warga Kecamatan Sembawa, Banyuasin (Sumsel), kondisinya persis seperti itu. Dia nyaris copot jantungnya, karena baru setengah main di hotel bersama Lina, tahu-tahu digerebek keluarga WIL-nya. Wah malunya meck, keduanya tertangkap gidal-gidul (bugil) di kamar sebuah hotel di Jalan Sukabangun Palembang.

Sarwan dan Lina memang teman sekantor di perusahaaan perkebunan karet di Banyuasin. Sarwan di bagian sekuriti (satpam) dan Lina bagian pemeliharaan. Setiap datang dan pulang kantor, Lina pasti ketemu dengan Sarwan yang piket di pintu depan. Di situlah keduanya kenal dan bertegur sapa, lalu guyonan dan terakhir…..kelonan!

Kok sampai sejauh itu hubungannya, memangnya mereka belum punya tanggung-jawab pada keluarga masing-masing? Ya sudah sih, tapi kalau setan begitu kuat mempengaruhi, bisa apa manusia sebagai makhluk yang lemah? Begitu lihainya setan melobi Sarwan maupun Lina, akhirnya keduanya jadi lupa pada pasangannya masing-masing di rumah.

Awalnya sih Lina tak mau menanggapi ajakan Sarwan yang menjurus, tapi tiba-tiba setan memberi jalan. Kata si setan, jika ingin mesum sama Sarwan, komunitas setan siap mendukung seratus persen, tanpa harus mengumpulkan seribu KTP. “Meski ini bukan Pilkada, dijamin ada coblosannya.” kata setan untuk meyakinkan.

Demikianlah, Lina yang awalnya menjaga jarak, kini mau saja diajak jalan bareng, makan bareng dan kemudian tidur bareng di hotel. Dalam prakteknya, mereka tidak hanya tidur bareng sekamar, tapi ada kegiatan-kegiatan lain yang di luar aturan hukum negara dan agama.

Sepandai-pandai tupai membungkus bangkai, akhirnya berbau juga. Sekali waktu kakak ipar Lina memergoki perempuan itu masuk hotel di Jalan Sukabangun bersama lelaki lain, bukan suaminya. Dia lalu mengecek suami, apakah memang menyuruh istrinya ke hotel? Ternyata tidak. Buru-buru si kakak ipar itu melapor ke Polsek Sembawa, dan tak lama kemudian sama-sama merapat ke hotel dimaksud.

Saat digerebek kamarnya, Sarwan – Lima masih bugil bin gidal-gidul karena sedang ketanggungan. Saking emosinya, kakak ipar Lina segera membogem mulut Sarwan hingga jontor bibirnya. “Ini baru tangan kiri, kalau tangan kanan kamu pasti masuk kuburan,” ancam kakak ipar Lina dengan garangnya.

Kontan mulut Sarwan jadi jontor dan ditambah maju 5 cm. Dalam pemeriksaan dia mengui bahwa sudah beberapa bulan ini selingkuh dengan Lina. Tapi baru tiga kali ini dan ketahuan. Sedangkan Lina sendiri nampak lebih tenang. Dia siap menerima resiko apapapun atas kejadian ini. Jangankan hanya dicerai, dicambuk kayak di Aceh juga siap.

Kalau pantat habis dicambuk, duduk pakai apa Mbak? (JPNN/Gunarso TS)