Tuesday, 18 September 2018

Pasutri Aniaya Bocah Kandung 11 Tahun Hingga Patah Tulang

Rabu, 2 Maret 2016 — 10:09 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

LAMPUNÄ¢ (Pos Kota) – Beralasan kehabisan cara untuk menasehati anaknya, sepasang pasutri warga kelurahan sumberejo, Kecamatan Kemiling BandarLampung tega menganiaya seorang anaknya yang masih berusia 11 tahun, akibat penganiayaan tersebut sang anak mengalami cacat fisik hingga patah tulang, saat ekspos pada Selasa malam di Polresta BandarLampung.

“Seorang anak 11, tahun, dianiaya dengan cara keji oleh kedua orangtuanya, korban dipukuli kayu dan bambu, gigi sang anak dijepit menggunakan tang, ditusuk kemaluanya dengan besi panas hingga dipalu, akibat penganiayaan itu sang anak mengalami luka lebam pada bagian mata, luka pada pipi dan kepala hingga mengalami patah tulang,”ungkap Kapolresta BandarLampung Akbp Hari Nugroho, Saat ekspose di Polresta didampingi Kasat Reskrim

Sang ibu inisial EW ,38, merupakan orang tua kandung dari korban NR, sementara sang ayah inisial SR ,36, merupakan ayah tiri dari korban NR, keduanya dengan tega menganiaya NR karena tidak mau dinasehati

“NR ini anak kandung saya dari suami kedua yang udah pisah. Saya tega mukul karena bandel, sering maling, ndak mau dinasehati, dulu juga pernah dipondokin tapi lari, dari rumah. Saya kalau gak bisa nasehati dia saya pasti dipukul suami saya dah sering saya dipukul malah dulu sampai lapor RT dan buat perjanjian karena kelakuan anak saya yang bandel,”Ungkap ibu kandung NR dihadapan awak media saat ekspose berlangsung.

Sementara itu sang ayah SR ,36, dihadapan petugas terpaksa mengakui perbuatanya ia mengatakan sering menganiaya korban karena sering menjual ayam bangkok miliknya

“NR ini tidak mau nurut sama saya, ayam saya jago saya ilang terus dijual, jadi ya saya marah saya sering pukul dengan kayu trus bambu, ekornya saya cucuk pakai peniti ekornya, saya cucuk pakai pisau panas anunya trus saya kasih balsem,” Akunya dihadapan petugas saat ekspose.

Kapolresta Bandarlampung menambahkan jika pelaku keduanya waras atau sehat jasmani, meski sang suami SR pernah berobat tapi yang bersangkutan cuma diketahui tempramental saja bukan gila, beruntung aksi keji ini cepat diketahui, karena ada laporan dari salah satu anggota keluarga korban

“Pelaku ini tidak gila dia sehat tapi dia tega melakukan aksi keji tersebut, beruntung korban cepat kita ketahui setelah laporan dari salah seorang warga yang merupakan tante dari korban,”Tegasnya

Dari kelakuan bejat kedua pasutri ini petugas berhasil mengamankan sejumlah batang bukti berupa, sepotong kayu, bambu, tang, peniti, paralon, kikir, obeng, besi, pisau, obeng panjang dan lainya yang sering digunakan untuk menganiaya korban NR.

Saat ini NR sudah diamankan pihak petugas untuk direhab dan diobati baik fisik maupun mentalnya.

Sedangkan bagi kedua pelaku yang telah melakukan oenganiayaan berat terhadap anak dibawah umur dijerat dengan pasal 80 ayat (1), (2) UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara 15tahun penjara.

(koesma/sir)