Tuesday, 18 September 2018

Sebanyak 5.810 Sekolah Tidak Bisa Ikut SNMPTN 2016

Rabu, 2 Maret 2016 — 17:20 WIB
Penjelasan panitia terkait perkembangan SNMPTN 2016. (Inung)

Penjelasan panitia terkait perkembangan SNMPTN 2016. (Inung)

JAKARTA – Panitia seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) akhirnya menutup masa pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) 2016. Tercatat ada 5.810 sekolah baik SMA, SMK maupun MA tidak mendaftar, sehingga tidak bisa ikut SNMPTN.

Dari 5.810 sekolah, itu berasal dari sekolah SMA, SMK maupun MA. Kesemuanya tidak tidak mendaftar pada pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) 2016, tanpa alasan yang jelas.

“Ada banyak daerah yang cukup memprihatinkan karena besarnya jumlah sekolah yang tidak mendaftar pada sistem PDSS. Seperti Jabar, sekitar 30 persen sekolah tidak daftar PDSS,” kata Ketua Umum SNMPTN 2016 Prof Rohmat Wahab, Rabu (2/3).

Beberapa alasan diantaranya sekolah kurang percaya diri untuk mengikuti SNMPTN, kegagalan berulang-ulang dan kurang informasi serta tak ada tuntutan dari siswa untuk ikut SNMPTN.

Total jumlah sekolah yang mendaftar pada PDSS tercatat 17.578 sekolah dengan rincian 8.798 SMA, 3071 MA dan 5.709 SMK. Padahal PDSS ini sangat penting. Karena dengan tercatat dalam PDSS ini, sekolah bisa mengikutsertakan siswanya dalam seleksi SNMPTN 2016.

Kuota SNMPTN Berkurang

Tahun ini, diakui Rohmat, kuota penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN berkurang rata-rata berkisar 30-40 persen. Padahal tahun lalu 50 persen. Tetapi tahun ini 13 PTN baru sudah bisa mengikuti SNMPTN sehingga memberi tambahan jumlah bangku yang cukup banyak.

Penurunan tersebut berhubungan dengan adanya persyaratan peringkat prestasi siswa pendaftar. Yakni setiap siswa yang mendaftar ke SNMPTN harus masuk dalam peringkat 75 persen siswa berprestasi di sekolah. Dengan sistem ini, dari 2.076.726 siswa calon lulusan, hanya 1.382.849 siswa yang masuk pemeringkatan dan bisa mengikuti seleksi SNMPTN.

“Siswa yang masuk pemeringkatan, agar segera mendaftar yang berlangsung 29 Februari sampai 12 Maret 2016,” lanjutnya.

Proses pemeringkatan itu sendiri dilakukan melalui sistem oleh panitia SNMPTN dan tidak diserahkan ke sekolah. Pemeringkatan menggunakan nilai semester 3 sampai semester 5, dilakukan per jurusan dan pemeringkatan berlaku untuk semua siswa termasuk siswa yang nilainya dibawah KKM. (Inung/win)