Thursday, 22 August 2019

Ahok Resmikan RPTRA Rusun Pesakih

Sabtu, 5 Maret 2016 — 16:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Dok)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Rumah Susun (Rusun) Pesakih, Jalan Daan Mogot, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (5/3/2016).

Pria yang akrab dipanggil Ahok itu menjelaskan, RPTRA ini dibangun atas kerjasama program sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/ CSR) PT. Harapan Global Niaga. Pada kesempatan itu juga diperkenalkan gerakan Satu Hati, Bangun Komunitas Harapan Indonesia.

Orang nomor satu di DKI Jakarta itu berharap, keberadaan RPTRA dan gerakan Satu Hati tersebut, selain sebagai tempat berinteraksi juga bisa membantu membentuk pola pikir warga Rusun supaya lebih cerdas dan kreatif. Guna mendukung hal itu, pihaknya pun terus melengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Kami berikan berbagai fasilitas bagi penghuni rusun seperti KJP, pelayanan kesehatan serta keterampilan sehingga ke depan hidup mereka bisa lebih baik lagi dan anak-anak penghuni kelak menjadi orang sukses,” katanya.

Kerjasama menggunakan CSR, kata Ahok, sudah terjalin sejak renovasi 24 blok Rusunawa Marunda. Program CSR pun dirasa telah banyak membantu bukan hanya dalam pembangunan dan perbaikan sarana prasarana rusun tetapi juga pembinaan keterampilan dan usaha warga Ibukota.

“Kami pun mulai sadar juga, ini bukan sekadar memindahkan warga bantaran kali ke rusun, tapi juga harus membina agar memiliki keterampilan dan usaha. Kami juga jalin kerja sama dengan Universitas Indonesia untuk pembinaan warga di rusun,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu hadir pula Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi beserta jajarannya dan Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid.

Yenny yang merupakan putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengapresiasi langkah kerjasama Ahok dengan perusahaan swasta. Ini, menurutnya, mencerminkan budaya gotong-royong yang telah lama dibangun bangsa Indonesia.

“Alhamdulillah. Ada kolaborasi sektor swasta Pemprov dan masyarakat (pihak swasta), ada gotong-royong. Gotong-royong ini merupakan kunci pembangunan bangsa kita,” katanya.

Lebih lanjut dia pun mengagumi gaya kepemimpinan Ahok yang menurutnya cenderung keras. Menurutnya, gaya kepemimpinan seperti itu memang diperlukan warga Jakarta.

“Gubernur DKI sekarang sudah selon. Lagaknya melebihi jawara, tapi dia peduli pada warga Jakarta,” imbuhnya.

Terakhir, dia pun mengajak seluruh warga penghuni rusunawa di Ibukota untuk dapat berubah, karena sudah banyak pembinaan yang telah diberikan melalui Pemprov DKI bersama CSR perusahaan swasta.

“Yang nyumbang sudah banyak, tapi kalau warga tidak mau berubah, ya sia-sia saja dan selamanya tidak akan berubah,” tuntasnya. (julian/ruh)