Friday, 20 September 2019

Bara JP: BP Batam Tak Akan Dibubarkan, Justru Ditingkatkan

Sabtu, 5 Maret 2016 — 10:20 WIB
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam)

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam)

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah menegaskan, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) tidak akan dibubarkan.  Justru status BP Batam akan ditingkatkan dari  yang kini di bawah Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) menjadi di bawah pemerintah pusat.

“Kami dari relawan Bara JP sudah bertemu dengan Presiden Jokowi Rabu malam di Medan. Presiden mengatakan, Batam akan terus dikembangkan supaya lebih mampu bersaing,” ujar Penasihat BaraJP Kepri Wirya Silalahi dalam pernyataanya di Jakarta, Jumat (4/3).

Jokowi, kata Wirya, menyatakan selama ini BP Batam telah berhasil menggenjot investasi. Namun untuk menggejot investasi lebih besar lagi BP Batam akan berada di bawah pemerintah pusat.

“Mengapa menjadi di bawah pemerintah pusat, supaya larinya lebih kencang,” kata Wirya menirukan ucapan Presiden Jokowi.

Ketika Menkopolkam Luhut Binsar Panjaitan berkunjung ke Batam bebeberapa waktu lalu, Wirya telah menyampaikan  investasi di Batam sudah sebesar USD 71 miliar (Rp 960 triliun). Pada tahun 1971 ketika Otorita Batam berdiri, penduduk Batam hanya 6.000 jiwa, sebagai salah satu desa dari Kecamatan Belakang Padang, Kabupaten Kepulauan Riau, Provinsi Riau.

Kota Nomer 3 Terbesar

Tahun 2014, penduduk Batam sudah 1.194.000 jiwa, Batam telah menjadi kota nomor 3 terbesar di Sumatra. Jika pendapatan per kapita nasional USD  4.000 per tahun, Batam telah mencapai US$ 5.200.

Batam merupakan daerah nomor 3 kunjungan wisatawan asing, setelah Bali dan Jakarta, berkontribusi 15% untuk wisman nasional pada tahun 2014. Tidak ada bandara di daerah Sumatra yang sesibuk Batam, bahkan Kuala Namu (Medan) sekalipun.

Lebih dari 130 perusahaan galangan kapal yang beroperasi di Tanjung Uncang, Kabil, Sekupang dan Batuampar. Batam telah mengalahkan Surabaya, sebagai kota yang sebelumnya mempunyai galangan kapal terbesar di Indonesia. (rizal/win)