Wednesday, 14 November 2018

Taman Batan di Lebak Bulus Hancur Akibat Galian Kabel

Minggu, 6 Maret 2016 — 21:33 WIB
Taman Batan di Jalan Lebak Bulus Raya, Cilandak, Jaksel kini hancur akibat galian kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Taman Batan di Jalan Lebak Bulus Raya, Cilandak, Jaksel kini hancur akibat galian kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN)

CILANDAK (Pos Kota) – Setelah trotoar, kini fasilitas taman yang diincar untuk proyek galian kabel. Taman Batan di Jalan Lebak Bulus Raya, Cilandak, Jaksel kini hancur akibat galian kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pantauan di lokasi, galian berukuran 1 x 2 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Jarak antar galian berkisar 8-10 meter.

Mandor proyek galian, Amin menyebutkan proyek galian untuk menanam kabel PLN sepanjang 2 kilometer dari Gardu Induk (GI) Pondok Indah hingga Jalan Lebak Lestari arah TB Simatupang.

“Di bawah trotoar sudah menumpuk jaringan utilitas, jadi kami diperintahkan menanam kabel di taman ini. Untuk izinnya saya tidak tahu apa-apa,” katanya.

Jono yang mengaku sebagai pengawas dari PLN, mengatakan penanaman kabel di Taman Batan sudah mendapat izin dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. Bahkan ia mengklaim Lurah Lebak Bulus dan sejumlah Satpol PP sudah datang meninjau lokasi galian.

“Urusan izin galian sudah satu pintu di Pemprov DKI. Itu wewenang pusat,” dalihnya.

Sebaliknya Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jaksel Winarto saat dikonfirmasi menjelaskan belum menerima tembusan dari pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) terkait perizinan proyek galian di Taman Batan. Kalaupun ada izin dari PTSP, kegiataan itu harus ada koordinasi teknis ke Sudin Pertamanan.

“Jangan seenaknya saja menggali di area taman sebagai aset Pemprov DKI meski mengaku ada izin. Karena kami tetap harus mengerahkan petugas untuk mengawasi pekerjaan galian,” ujarnya.

Bahkan lanjut Winarto, pemilik galian utilitas harus membuat perjanjian tertulis sebelum pelaksanaan proyek galian yakni mengembalikan fisik taman seperti semula setelah proyek galian rampung. (Rachmi)