Tuesday, 13 November 2018

Edarkan Shabu Suami-istri Ditangkap, Anak Terpaksa Dititip Tetangga

Selasa, 8 Maret 2016 — 21:39 WIB
Polisi giring suami -istri tersangka pengedar shabu

Polisi giring suami -istri tersangka pengedar shabu

CILINCING (Pos Kota) – Pasangan suami istri (pasutri) ditangkap edarkan shabu di Jalan Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Jani 32 alias Kecot ‎dan Neny Riyani 28 mengedarkan narkotika sekitar setahun terakhir ini.

Alasannya klasik, yakni tidak memiliki mata pencaharian atau nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Saat diringkus anggot Polsek Kawasan Kalibaru, pada Senin (7/3) sekitar Pukul 21.00 WIB, keduanya hanya bisa diam. Pasalnya salah seorang rekannya sesama kurir (Mat Heru) ditembak‎ polisi saat hendak melarikan diri melompati pintu pagar kediamannya.

Dari pemeriksaan, Kecot mengaku melakukan aksinya tersebut karena dirinya kesulitan mencari pekerjaan utama saat jasa tenaganya sebagai buruh nelayan tidak lagi dibutuhkan karena tangkapan ikan sedang minim.

Ia kini membuka klinik pengobatan tradisional di rumah kontrakannya, namun hasil dari ‎pekerjaannya tersebut tidak mencukupi karena sepinya pasien yang lebih memilih berobat di Puskesmas atau RSUD.

“Saya mendapatkan pasokan narkoba jenis shabu ini dari Dopak dan Herman Badak yang tinggal di Gang Macan‎, di sana memang pusatnya narkoba yang beredar di Kalibaru,” ujar Kecot, Selasa (8/3).

‎Ia mengaku mengambil mengambil 20 gram shabu dengan cara pembayaran kepada bandar (Dopak dan Herman Badak) melalui cicilan sembari menunggu barang tersebut laku.

“Kebanyakan ‎pembeli narkoba saya adalah pasien yang tempat tinggalnya di daerah Kalibaru, Cilincing, dan Mahoni,” ungkapnya.

Ia juga mengaku bisa menjual empat paket shabu masing-masing 0,3 gram seharga Rp 300 ribu atau mengambil keuntungan hampir Rp 200 ribu untuk satu paket kecil yang mereka jual.

“Dulu saya memang tinggal di sini udah lama, cuman pindah karena mau cari peruntungan lain, tapi karena gagal akhirnya baru balik lagi dan tinggal selama setahun terakhir,” tambah Kecot yang hanya berpendidikan kelas 2 SMP itu.

Neni Riyani, mengaku nekat melakukan aksi menjual narkotika karena pekerjaan lamanya sebagai penjual ikan asin berhenti ketika suaminya tidak lagi melaut. Sang suami kemudian mengajaknya pindah untuk mencari usaha lain.

“Saya kira tadinya kita balik ke kampung untuk bercocok tanam, gak tahunya malah suami saya ngajakin jualan narkoba, soalnya untungnya besar dan kerjanya santai,” kata Neni.

Hasil penjualan narkotika yang ia dapatkan dari sebuah tempat biliard di Gang Macan Deras itu kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan sekolah anaknya.

“Anak-anak udah saya titip sama keluarga dan tetangga, kalau tahu bakal dipenjara begini saya gak akan jadi pengedar deh,” ucap ‎warga Banjarnegara, Jawa Tengah itu. (Ilham)