Thursday, 15 November 2018

Ini Dia Tata Cara Salat Gerhana Matahari

Selasa, 8 Maret 2016 — 16:17 WIB
reuters masjid istiqlal

JAKARTA (Pos Kota) – Umat Islam dianjurkan menunaikan ibadah Salat Sunnah Gerhana Matahari, Insya Allah terjadi pada Rabu (9/3/2016), bertepatan 29 Jumadil Ula 1437 H.

Menurut Wakil Ketua Dewan Fatwa Al Washliyah, H.Abdul Aziz Musthafa Dahlan Abdul Latief, akrab disapa KH Ovied R, beda salat sunnah dua rakaat ini dengan yang lain hanyalah dua kali ruku`.

Pelaksanaan lebih afdhol, kata Ustad Ovied, saat puncak gerhana. Waktunya disesuaikan dengan wilayah masing-masing. Perbanyak zikir, doa dan sedeqah.

Ini Dia tatacara salat Sunnah Gerhana Matahari.
1. Niat

2. Takbiratul ihram seperti shalat biasa;

3. Membaca do’a iftitah dan ta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan tidak dikeraskan suaranya.

4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;

5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd’;

6. Setelah I’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama).

7. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;

8. Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

9. Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

10.Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama (bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya);

11. Tasyahud; dan

12. Salam.
Dilanjutkan khutbah.

(sir)