Tuesday, 25 September 2018

Ini Imbauan MUI DKI Soal Gerhana Matahari Total

Selasa, 8 Maret 2016 — 18:37 WIB
Gerhana Matahari/ist

Gerhana Matahari/ist

JAKARTA (Pos Kota) – MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan tausiyah (imbauan) kepada seluruh umat Islam di DKI, terkait Gerhana Matahari yang akan terjadi pada hari Rabu (9/3). Di DKI gerhana mulai pukul 06:19 dan akan berakhir pada pukul 09 : 43 : 41.

Tausyiah disampaikan Ketua Umum MUI DKI Jakarta, K.H. A. Syarifuddin A. Gani, M.A. dan Sekretaris Umum K.H. Zulfa Mustofa, di Jakarta, Selasa (8/3. Pertama, umat Islam di DKI Jakarta agar melaksanakan Salat sunnah Gerhana Matahari (Salat Kusuf) dan disunnahkan mandi terlebih dulu sebelum salat.

“Wanita dianjurkan untuk ikut Salat Gerhana, karena Aisyah dan Asma` ikut Salat Gerhana pada waktu Rasulullah SAW melakukan Shalat Gerhana,” terang Syarifuddin.

Kedua, kata Syarifuddin, Salat Gerhana sunnah dilaksanakan berjamaah di mesjid atau mushalla, tanpa Adzan dan Iqomah sebelumnya, tetapi jama`ah hanya diseru dengan, “Asholatu Jaamiah“.

Ketiga, waktu pelaksanaan Salat Gerhana Matahari dimulai saat terjadinya gerhana sampai gerhana berakhir. Apabila telah melaksanakan salat dan khutbah gerhana, sementara gerhana masih berlangsung, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak dzikir dan meminta ampun kepada Allah sampai berakhirnya gerhana.

Keempat, Salat Gerhana dilakukan dengan tuntunan sebagai berikut: Berniat saat takbirat al-ihram. Misalnya, niat melakukan Salat Gerhana Matahari (kusufisy-syams), menjadi Imam atau Ma`mum.

Takbirat al-ihram, yaitu bertakbir untuk pertama kali guna mengawali salat dan dilanjutkan membaca do`a iftitah, membaca surat Al-Fatihah, dan surat Alquran.

Kemudian ruku`, bangkit dari ruku` (i’tidal), setelah i’tidal kembali membaca surat Al-Fatihah dan surat Alquran, lalu ruku` untuk yang kedua, kemudian bangkit dari ruku` (i`tidal). Kemudian mengerjakan dua sujud sebagaimana salat Fardu. Selanjutnya bangkit dari sujud untuk mengerjakan rakaat kedua. Rakaat dikerjakan seperti halnya rakaat pertama, namun durasi bacaan suratnya lebih singkat dari rakaat pertama. Selesai mengerjakan rakaat kedua dilanjutkan dengan duduk tasyahud dan salam.

Kelima, hendaknya Salat Gerhana diikuti dengan baik, dan setelah Salat Gerhana, jamaah tetap duduk tenang untuk mendengarkan Khutbah Gerhana sampai selesai. (Johara)