Monday, 26 August 2019

Uang Ditilap Pelkau, Korban Gagal Menikah

Tipu Calon Penganten, Wanita Raup Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 9 Maret 2016 — 14:28 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Jeruji penjara tak membuat wanita ini kapok untuk kembali menipu. Ia bersama rekan prianya ditangkap aparat Polsek Pasar Minggu setelah dilaporkan oleh seorang perempuan calon penganten yang gagal menikah lantaran uangnya ditilep pelaku. Dalam aksnya, tersangka bermodus wedding planner (WP).

Akibat ulah Nitria Danu Kusuma, korban Karina tak hanya gagal menikah, namun juga kehilangan uang ratusan juta rupiah. Dalam laporannya, uang sebesar Rp119 juta yang raib disikat Nitria yang awalnya mengaku bisa menggelar pesta pernikahan korban dengan pria calon suaminya. “Ternyata ketika tiba hari H, tidak ada agenda atau jadwal pernikahan korban,” kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Zaky Alzakar Nasution, Rabu (9/3/2016). Dijelaskan kapolsek, selain meringkus Nitria, pihaknya juga mengamankan seorang pria bernama Filipus Defris, 34, yang menerima uang dari Nitria. “Keduanya kami tangkap di Griya Sangsiang Mas, Kota Tangerang,”.

“Dia mengaku kepada korbannya WO (Wedding Organizer-red), sudah milih tempat bayar ternyata tidak dibayarkan ke pihak vendor pernikahannya, nah setelah tiba hari H mau pernikahan ternyata bukan tanggalnya,” kata Kapolsek. Ia juga menambahkan Nitria merupakan seorang residivis yang baru saja keluar dari penjara beberapa bulan lalu dengan kasus yang sama menilep uang calon pasangan penganten. “Ya kasusnya penipuan dan penggelapan setelah keluar korbannya ada yang lapor kembali. Total ada enam korban pasangan calon penganten yang dia tipu. Dari hasil pemeriksaan ya total seluruhnya kerugian sekitaran Rp 700-800 juta,” kata Kapolsek.

Ia juga menambahkan motif dari perbuatan tersangka merupakan untuk kebutuhan pribadi. “Kebutuhan pribadi dia untuk mendapatkan uang tersebut,” papar Kompol Zaky. Akibat perbuatannya kedua tersangka terancam Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 7 tahun penjara. Seperti yang diketahui pelaku dilaporkan oleh seorang korban bernama Karina, 35, ke Polsek Pasar Minggu, pada Minggu (6/3/2016) lalu. Karina melaporkan N karena pernikahannya dengan kekasihnya, M Bayu, batal digelar di Gedung Sarwono, Jaksel.

Karina dan Bayu telah mengirimkan uang sebesar Rp 119 juta kepada N melalui rekening F untuk biaya pernikahannya. Tetapi rupanya, uang itu dibawa kabur, N hanya menyetor booking fee sebesar Rp 5 juta ke pengelola gedung. Modus N adalah mengaku sebagai wedding planner ‘Getar’ yang menawarkan jasa untuk mengatur pesta pernikahan para pengantin. (adji/yh)