Tuesday, 25 September 2018

Anjing Tewas Diduga Diracun, Pemilik Lapor ke Polda Metro Jaya

Jumat, 11 Maret 2016 — 20:27 WIB
Markas Polda Metro Jaya. (dok)

Markas Polda Metro Jaya. (dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Dua ekor anjing, Golden Retriever, 1 tahun dan Labrador, 3,5 tewas diduga diracun seseorang menggunakan sianida di pekarangan  rumahnya di Jalan Samosir Blok H5 No.17, Nusa Loka, BSD, Kota Tangerang, Banten, pada Sabtu (20/2/2016) lalu. Tak terima dengan kematian anjingnya keluarga pemilik anjing Timmerman melaporkan peristiwa itu ke Polda Metro Jaya, Jumat (11/3/2016) sore.

Antonius Timmerman, 59, mengatakan saat itu empat ekor anjingnya habis diberi makan kemudian diberi kesempatan bermain di pekarangan rumah. Sebab biasanya anjing akan buang air besar (BAB) dan kencing. “Saya berdiam di dalam rumah beberapa menit, saat keluar untuk memasukkan anjing saya saya lihat mereka sudah terkapar. Tiga anjing, yakni Candy, Lady, dan Yoki (seekor Golden Retriever lainnya) sudah tergeletak tak berdaya. Satu anjing Beagle bernama Bilbo sedang mengunyah sesuatu. Saya langsung lihat dan tolong dulu 3 anjing yang terkapar,” kata Antonius.

Makanya begitu sadar dan melihat Bilbo mengunyah sesuatu, Antonius menghampiri lalu memaksa mengeluarkan yang sedang dikunyah Bilbo. Dia pun memaksa Bilbo agar memuntahkan isi perutnya. Setelah itu Antonius mengecek dua diantaranya, yakni Lady dan Cindy sudah mati. Sedangkan seekor Golden Retriever bernama Yoki dalam kondisi sekarat.

Antonius kemudian menelepon rekannya dan minta bantuan membawa Yoki ke klinik hewan terdekat. Yoki akhirnya bisa selamat. Istri Antonius, Felicia Hardojo, 57, malam itu juga dia dan keluarga bercerita ke rekan-rekannya sesama pecinta anjing soal apa yang mesti dilakukan. Berdasarkan sederet saran, keluarga memutuskan melaporkan kasus itu ke polisi.

Tapi lantaran kesalahpahaman dengan pihak rumah sakit di Ragunan, jenazah 2 anjing yang tewas keburu dikremasi sehingga barang bukti utamanya hilang. Tapi mereka tak kehabisan akal. Rekan-rekannya dari komunitas pecinta anjing, salah satunya Melanie dari Dogterindo memilih memeriksakan sisa racun yang sempat dikeluarkan dari salah satu mulut anjing ke Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor, pada 29 Februari 2016.

Hasilnya keluar pada 3 Maret 2016 dan menyebut bahwa racun yang dikunyah oleh anjingnya jenis racun Sianida dengan nomor pengujian LB. 16/112. Menanggapi hal tersebut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terkait laporan itu. “Belum mengetahuinya, saya cek dulu,” singkat Iqbal. (ilham/yh)