Sunday, 23 September 2018

Tolak Pasien BPJS, Ahok Ancam Copot Dirut RSUD

Jumat, 11 Maret 2016 — 17:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberi sambutan dalam peresmian gedung baru Blok B RSUD Budhi Asih, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (11/3/2016). (julian)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberi sambutan dalam peresmian gedung baru Blok B RSUD Budhi Asih, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (11/3/2016). (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengancam mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di ibukota yang menolak pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pria yang akrab disapa Ahok itu pun menegaskan, tidak akan mentoleransi RSUD yang menelantarkan pasien.

“Kami di DKI tidak toleransi kalau ada kesehatan orang tidak dilayani. Saya sampaikan kepada Pak Dirut, saya tidak mau dengar ada orang datang kelas 3 bilang kelasnya penuh,” katanya saat memberikan sambutan dalam peresmian gedung baru Blok B RSUD Budhi Asih, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (11/3/2016) sore.

“Kebetulan ini ada Dirut dari (RSUD) Tarakan dan dari Cengkareng juga. Saya tidak mau lagi mendengar masalah itu,” sambungnya.

Orang nomor satu di DKI Jakarta itu sangat melarang RSUD menolak pasien BPJS Kesehatan. “Kalau kelas 3 penuh masukan ke kelas 2, kelas 2 penuh masukan ke kelas 1, dan kalau kelas 1 penuh masukan ke VIP,” ujarnya menegaskan.

(Baca: Dirut RSUD Cengkareng: Ditampung di Kursi Roda Pasien Penyakit Ringan)

Menurutnya, itu sudah menjadi hak bagi pasien BPJS Kesehatan. Dan merupakan rezeki bagi pasien yang memperoleh kamar perawatan kelasnya lebih tinggi dari semestinya.

“Itu nasib dia. Jadi seperti naik pesawat pernah kan bapak ibu ya? Kita terlambat sedikit tahu-tahu ekonomi sudah dijual. Eh rezeki nomplok ditaruh di kelas bisnis, ya toh? Rumah sakit juga sama. Karena tidak ada orang yang mau sakit,” imbuhnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu pun menegaskan tidak ada alasan RSUD menolak pasien dengan alasan tempat tidur penuh. “Sebab, untuk rumah sakit kami sudah menambah 1.950 ranjang. Jadi nggak ada alasan kita kekurangan tempat tidur,” tuntasnya. (julian/yp)

  • Vita Rustianti

    Yaa harusnya bisa tegas seperti ini terimakasih pak ahok,tapi kenyataannya saya masih susah menggunakan,kemarin ada istri dr karyawan kami yg preeklemsi karna lama tidak dapat ICU yang kerjasama dengan bpjs bayinya meninggal&semoga tdk ad korban lagi karna tidak tersedianya ICU/RS yang bekerja sama dengan Bpjs