Monday, 19 November 2018

Korut Bantah Serangan Siber ke Korsel

Minggu, 13 Maret 2016 — 15:50 WIB
*ist

*ist

KOREA – Korea Utara menepis tuduhan Korea Selatan bahwa Pyongyang telah meluncurkan serangkaian serangan siber terhadap sejumlah pejabat Korsel.

Melalui tajuk rencana surat kabar resmi pemerintah Korut, Rodong Sinmun, tuduhan Korsel disebut omong kosong.

‘Ini adalah omong kosong tak kenal malu dari pasukan musuh yang terobsesi dengan konfrontasi dan penodaan politik… Selatan mengklaim Utara yang melakukan serangan siber dan menggunakannya untuk tujuan politiknya sendiri’.

Seoul, menurut tajuk rencana tersebut, sedang menggalang dukungan untuk mengegolkan rancangan undang-undang anti-terorisme siber yang memberi porsi kewenangan lebih besar kepada badan intelijen Korsel untuk menjalankan pengawasan di internet.

Rancangan undang-undang, yang dinilai para pengamat dapat digunakan pemerintah terhadap kubu oposisi, kini masih dibahas di parlemen nasional.

Kemunculan tajuk rencana di Rodong Sinmun muncul setelah badan intelijen Korsel (NIS) mengatakan kepada para anggota parlemen Korsel bahwa Korut baru-baru ini melancarkan serangan siber dan berhasil menyadap telepon seluler milik 40 pejabat keamanan.

Awal pekan ini, NIS juga mengatakan Korut berupaya meretas akun email para pekerja kereta api Korsel guna menyerang sistem kendali sistem transportasi Korsel. NIS mengklaim bahwa upaya itu telah digagalkan.

Seoul berulang kali menuding Pyongyang melakukan serangan siber terhadap bank, lembaga militer, stasiun televisi dan pembangkit listrik.

Amerika Serikat juga menuduh Korut melaksanakan serangan siber terhadap rumah produksi Sony setelah film The Interview dirilis pada 2014.

(bbc/sir)