Sunday, 18 November 2018

SNMPTN 2016 Diikuti 750.208 Siswa

Minggu, 13 Maret 2016 — 10:59 WIB
Penjelasan update data setelah pendaftaran SNMPTN ditutup. (inung)

Penjelasan update data setelah pendaftaran SNMPTN ditutup. (inung)

JAKARTA (Pos Kota)- Hingga masa pendaftaran ditutup Sabtu pukul 0:00 WIB pada Sabtu (12/3), tercatat 750.208 siswa tercatat mendaftar pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 111.540 siswa belum menyelesaikan proses pendaftarannya. Dengan rincian 100.541 siswa sudah login dan belum melakukan pendaftaran serta 11.089 siswa sudah mengisi pendaftaran tetapi belum finalisasi.

“Mereka sudah login tetapi belum mendaftar atau sudah mendaftar tetapi belum selesai, kami panitia memberikan waktu hingga Senin 14 Maret hingga pukul 22:00 WIB,” jelas Ketua Umum SNMPTN Prof Rochmat Wahab, Minggu (13/3).

Jika jumlah siswa yang belum finalisasi pendaftaran ditambahkan pada siswa yang sudah menyelesaikan pendaftaran maka total jumlah peserta SNMPTN tahun ini tercatat 750.208 siswa.
Rochmat mengakui memang jumlah pendaftar SNMPTN tahun 2015 lebih banyak mencapai 852.093 siswa. Tetapi jika tahun 2015 diberlakukan pemeringkatan sekolah dimana semua sekolah diasumsikan terakreditasi A maka total pendaftar yang memenuhi syarat hanya 639.070 siswa.

“Artinya ada kenaikan jumlah peserta SNMPTN 17,4 persen,” tambah Rochmat.

Dari 750.208 siswa yang terdaftar, 142.323 siswa diantaranya mendaftar pada program Bidikmisi (bantuan pendidikan mahasiswa miskin). Tahun lalu Bidikmisi diikuti 153.229 siswa, sehingga tahun ini ada kenaikan 23,8 persen.

“Dengan kuota 40 persen maka jumlah siswa yang diterima melalui jalur ini sekitar 150 ribu hingga 160 ribu siswa,” jelasnya.

Bagi siswa yang sudah terdaftar dalam SNMPTN, pencetakan kartu peserta bisa dilakukan 22 Maret sampai 21 April 2016. Lalu proses seleksi dilakukan 24 Maret sampai 8 Mei 2016 dan pengumuman kelulusan dilaksanakan pada 10 Mei 2016. Pendaftaran ulang peserta yang lulus SNMPTN pada 31 Mei 2016.

(inung/sir)