Sunday, 18 November 2018

Kejaksaan Agung Sita Dokumen Penting Kasus Mobile-8 Telecom

Selasa, 15 Maret 2016 — 18:41 WIB
Kejaksaan Agung

Kejaksaan Agung

JAKARTA (Pos Kota) – Rencana penetapan tersangka kasus restitusi pajak Mobile-8 Telecom tinggal menunggu waktu, sebab Kejaksaan Agung telah mengantongi sejumlah alat bukti.

“Kita barusan menyita dokumen transaksi antara PT Djaja Nusantara Komunikasi (DNK) dengan PT Mobile 8 Telecom. Antara lain invoice, dan purchase order PT. DNK dari saksi Ellyana Djaja selaku Direktur PT DNK,” kata Kapuspenkum Amir Yanto, di Kejagung, Selasa (15/3).

Namun, Amir enggan menyimpulkan dengan penyitaan ini, maka penetapan para tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut segera diumumkan. “Itu kewenangan tim penyidik. Beri waktu kepada mereka untuk menuntaskan.”

Menurut Amir, penyitaan dilakukan, setelah tim penyidik selesai memeriksa Ellyana Djaja dan karyawannya bernama Iswatie.

“Materi pemeriksaan terkait verifikasi terhadap dokumen-dokumen transaksi antara PT. DNK dengan PT. Mobile 8 Telecom. Termasuk untuk mengetahui ada atau tidaknya penerimaan dana sebesar Rp80 miliar kepada PT DNK.”

ANAK BUAH AHOK

Pada bagian lain, Kejagung memeriksa anak buah Ahok, Gubernur DKI, yakni Waridi yang menjabat Kepala Dinas Arsip Daerah terkait kasus dugaan korupsi dalam perjanjian kerjasama antara PT Hotel Indonesia Natour (BUMN) dengan PT Cipta Karya Bumi Indah (CKBI) anak usaha Djarum
Group.‎

Kejagung juga memeriksa Sutiono Teguh (Direktur PT. Nusa Konstruksi Injinering) dan Arie Hutagalung selaku Kantor Konsultan “Arie Hutagalung & Partner.”
Satu saksi lagi, Agung Brahmono (Direktur PT. Wastumatra) mangkir dari panggilan tanpa keterangan.

Kasus ini berawal kerjasama Built Operate and Transfer (BOT) antara PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dengan PT CKBI untuk membangun dua mall, hotel dan pusat parkir. Dalam perjalanan ikut dibangun Menara BCA dan Apartemen Kempinski. Akibtanya, negara diduga dirugikan sekitar Rp1,2 triliun. (ahi)