Wednesday, 21 November 2018

Pelindo IV dan Maluku Gandeng Belanda Garap Pelabuhan

Rabu, 16 Maret 2016 — 19:41 WIB
*ist

*ist

JAKARTA (Pos Kota) –  PT Pelabuhan Indonesia  (Pelindo) IV bersama pemerintah Provinsi Maluku menjalin kerjasama dengan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan kawasan pelabuhan dan kawasan ekonomi khusus (KEK) terpadu di Provinsi Maluku.

Kerjasama tersebut ditandandatanganinya nota kesepahaman atau MoU antara Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung dengan Gubernur Maluku Said  Assagaf disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Perindustrian, Rabu petang (16/3/2016).

Dirut Pelindo ll Doso Agung mengatakan selain nantinya pemerintah Belanda akan bertindak sebagai pelaksana studi dan membiayai sepenuhnya untuk wilayah Batugong dan Waai Tulehu.

Berdasarkan hasil studi tersebut, Pelindo IV dan Provinsi Maluku melakukan pengembangan wilayah tersebut menjadi sebuah kawasan kepelabuhanan dan KEK terpadu.

Untuk tahap pertama luas pengembangan daerah daratan mencapai 300 hektare (ha), sementara untuk pelabuhan memiliki panjang dermaga 1.000 meter dengan kedalaman kolam pelabuhan -16 meter LWS.

Pengembangan kawasan pelabuhan dan KEK terpadu ini terdiri atas fasilitas kepelabuhanan serta kawasan industri yang akan menjadi pusat pengolahan hasil sumber daya perikanan dan agroindustri. Nantinya pengembangan kawasan tidak hanya berada di wilayah Provinsi Maluku tapi juga wilayah di sekitarnya.

Meningkatkan Interkonektivitas

Doso berharap dengan pembagunan ini dapat meningkatkan interkonektivitas pelabuhan yang terdapat di Indonesia Timur dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di Maluku dan sekitarnya, sehingga disparitas (kesenjangan) harga maupun potensi ekspor wilayah tersebut dapat optimal.

Untuk pembangunan fasilitas pelabuhan, menurut Doso, perseroan telah mengalokasian dana sebesar Rp150 miliar. Dana tersebut sekitar Rp100 miliar berasal dari penyertaan modal negara (PMN), sedangkan sisanya dari kas internal perusahaan.

Pembangunan pelabuhan berbasis green concept, dimana sumberdaya yang digunakan dalam pembangunan dan operasionalnya semaksimal mungkin bebas dari polusi. Perseroan akan memanfaatkan bahan bakar pembangkit listrik alternatif gas atau LNG dan diharapkan selesai pada 2018.

Pada kesempatan itu Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) yang hadir dalam penandatangan nota kesepahaman tersebut menyambut baik rencana pengembangan kawasan pelabuhan dan KEK terpadu di Provinsi Maluku. JK juga meminta kepada Pelindo IV agar bisa membuka juga pelayaran langsung direct call dari luar negeri  menuju wilayah Papua.

“Pelindo IV harus bisa memberikan pelayaran langsung direct call dari dan menuju Papua, saya memberi waktu selama satu bulan,” pinta Wapres. (dwi/win)

  • Fahrudin S

    Pemilik tanah pelabuhan makassar bernama Makkaloe.
    Mengapa Pelindo IV tidak mencari ahli waris pemilik tanah tersebut ?
    DIkemanakan Sewa tanah pelabuhan Makassar selama ini ??