Wednesday, 26 September 2018

Dibanding Pemda Lain

Ahok: Gaji PNS DKI Paling Gede , Jangan Nyolong Lagi

Kamis, 17 Maret 2016 — 13:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (julian)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan gaji PNS DKI merupakan yang terbesar dibanding pemda lainnya. Oleh karena itu, jika mereka tidak bekerja keras, apalagi main pungli atau nyolong uang negara, maka langsung ditindak tegas.

“Pada APBD DKI 2016, saya menganggarkan untuk gaji seluruh pegawai sebesar Rp 18,7 triliun,” ujar Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (17/3).

Menurutnya itu angka yang besar sekali mengingat gaji PNS yang paling kecil sekarang sudah mencapai sekitar Rp 12 juta.

Sistem penggajian bagi PNS DKI setiap bulannya terima gaji dari pemerintah pusat yang besarnya antara Rp 3 juta dan Rp 6 juta, tergantung jabatan, golongan, dan masa kerja.

(Baca: Ahok Sumringah Murid PAUD Baca Puisi `Kasih Ibu`)

Sedangkan Pemprov DKI memberikan Tunjangan Kinerja Daerah yang besarnya bervariasi mulai dari Rp 9 juta sampai Rp 40 jutaan yang juga tergantung pada golongan dan jabatan.

Ahok memperjuangkan gaji PNS DKI bisa sebesar itu dengan tujuan agar bangga terhadap status dan rajin melayani masyarakat.

“Kalau kalian masih macem-macem, akan saya copot atau stafkan. Kalau masih mau terima gaji gede, jangan nyolong lagi,” tandas Ahok sambil mengingatkan selain dilarang korupsi, PNS juga tidak boleh terima gratifikasi dalam bentuk apapun.

“Jadi, kalau kalian dapat gratifikasi pasti saya tindak tegas. Kalau kalian dapat gratifikasi harus dilaporkan,” perintahnya.

Apalagi yang namanya pejabat, kalau ketahuan makan gratifikasi pasti distafkan. “Para pejabat berani terima gratifikasi, akan saya copot. Saya masih punya banyak stok calon pejabat,” tandas Ahok sambil mengimbau warga yang melihat PNS terima gratifikasi atau pelanggaran apapun bentuknya, silakan lapor melalui aplikasi qlue.
(joko/sir)

  • tongseng

    Kalau gaji sudah demikian besar masih korupsi itu namanya jahanam laknat