Thursday, 20 September 2018

Suami Istri Pemilik Tokok Diikat dan Dilakban

Satroni Toko Kelontong, 5 Garong Bersenjata Api Bawa Kabur Uang Rp30 Juta dan 15 Bal Rokok

Kamis, 17 Maret 2016 — 18:21 WIB
Petugas reskrim polres Serang melakukan olah tkp paska peristiwa perampokan di toko hauzan, desa teritih, kecamatan Walantakan, kota serang/Haryono

Petugas reskrim polres Serang melakukan olah tkp paska peristiwa perampokan di toko hauzan, desa teritih, kecamatan Walantakan, kota serang/Haryono

SERANG (Pos Kota) – Juragan sembako dan barang kelontongan di Kp Sidapurna, Ds Teritih, di Kec. Walantaka, Kota Serang, Kamis (17/3) dini hari, dirampok kawanan garong bersenjata api dan golok. Lima pelaku yang menggunakan kendaraan mobil menggasak uang Rp30 juta serta 15 bal rokok yang ditaksir seharga Rp50 juta.

Tidak hanya itu, para pelaku juga menggasak perhiasan gelang dan 3 cincin emas dari tangan isteri korban, handphone serta surat berharga lainnya.

Aksi perampokan di Toko Hauzan yang juga tempat tinggal korban, terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Para pelaku masuk ke dalam toko setelah melumpuhkan penjaga toko yang sedang tidur di pos samping toko. Setelah itu, tangan korban diikat dengan tambang, mata dan mulut dilakban. Dalam keadaan tak berdaya, penjaga itu lalu dibuang di kandang kerbau belakang toko.

“Satu pelaku mengawasi petugas keamanan, sedangkan 4 pelaku lainnya masuk ke dalam toko melalui pintu belakang dengan cara mencongkelnya dengan menggunakan linggis,” ungkap AKP Arrizal Samelino, Kasat Reskrim Polres Serang mengutip pengakuan korban.

Setelah masuk, pelaku ke kamar tidur pemilik toko. Korban Satibi, 48, dan Siti Chodijah, 34, yang saat itu sedang tidur langsung disergap. Dibawah todongan senjata api dan golok, pasangan suami isteri ini diancam ditembak jika perlawanan. Korban juga diancam dibunuh jika tidak menyerahkan uang serta barang berharga lainnya. Karena nyawanya terancam, korban akhirnya menyerahkan uang hasil dagangan pelaku. Setelah mendapatkan uang, pelaku kemudian mencopot paksa cincin dan gelang yang sedang dipakai korban.

Setelah mendapatkan barang rampokan, korban selanjutnya diikat dan disekap di dalam kamar. Sebelum melarikan diri, para pelaku juga sempat menguras rokok yang ada dalam toko. Berdasarkan pengakuan korban, rokok berbagai merk yang dibawa pelaku berjumlah 15 bal senilai sekitar Rp50 juta. Pelaku kabur dengan menggunakan kendaraan yang belum diketahui jenisnya.

“Dari keterangan korban, total kerugian yang dibawa kabur pelaku mencapai Rp100 juta. Pelaku juga mengambil BPKB dan STNK motor. Untuk kasus ini masih kita selidiki,” kata Arrizal. (haryono/yh)