Tuesday, 24 April 2018

Ditetapkan BNN Tersangka Kasus Narkoba

Bupati Ogan Ilir Merasa Tidak Bersalah dan Yakin Kembali Bekerja

Jumat, 18 Maret 2016 — 20:50 WIB
Mengenakan seragam tahanan oranye Bupati Ogan Ilir digiring petugas BNN

Mengenakan seragam tahanan oranye Bupati Ogan Ilir digiring petugas BNN

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah diperiksa lima hari, Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi Mawardi (AWN), sebagai tersangka. Namun, sambil menunggu proses pengumpulan data, tersangka dititipkan di tempat rehabilitasi di Lido, Jawa Barat.

Namun, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, AWN masih terlihat santai dan merasa tak bersalah. Bahkan, pernyataan mengejutkan keluar dari mulut bupati ini. “Saya minta maaf ke keluarga dan masyarakat Ogan Ilir,” ujarnya.

Bupati 27 tahun yang kala itu mengenakan baju tahanan warna orange itu pun tak terlihat menunjukan rasa bersalah. Pasalnya, ia menyebut sebentar lagi ia akan kembali ke wilayahnya untuk kembali memimpin kotanya. “Tunggu saya, saya nanti akan segera kembali bekerja,” ungkap AWN.

Seperti diketahui, BNN mengamankan lima orang dari kediaman pribadi Bupati Ogan Ilir, namun dari hasil pemeriksaan, BNN hanya menetapkan AWN bersama dua rekannya jadi tersangka. Sisanya, dinyatakan tak terlibat walau sebelum sebelumnya positif menggunakan narkoba.

(BACA BNN Tetapkan Bupati Ogan Ilir Tersangka dan Direhabilitasi Enam Bulan)

“Dari hasil pemeriksaan kami, AWN, MUR dan FR berdasarkan bukti yang kita peroleh, dan konfirmasi dengan saksi-saksi maka tiga orang tersebut kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Deputi pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depary, Jumat (18/3).

Menurut Arman, penetapan Bupati berusia 27 tahun tersebut didasarkan pada lima barang bukti yang ditemukan pihak BNN. Selain itu, bukti lain didapat dari keterangan beberapa saksi yang telah diperiksa. “Karena lima barang bukti itu makanya kami tetapkan sebagai tersangka. Tapi kita belum dapat menyebutkan apa saja, nanti akan kita buka,” ujarnya

Kelima orang yang ditangkap tersebut, lanjut Arman, nantinya akan dikirim ke pusat rehabilitasi BNN yang ada di Lido Jawa Barat. Mereka menjalani rehabilitasi selama enam bulan. “Mereka akan menginap secara terus menerus selama enam bulan di pusat rehab kita yang ada di Lido. Nanti setelah proses rehab selesai, penyidikan terhadap ketiga orang tersangka akan kita tingkatkan,” pungkasnya

Dikatakan Arman, ketiganya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melanggar pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 127 angka 1 huruf a UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan maksimal 12 tahun.(ifand)